50 Ribu Kacamata Disiapkan Buat Nonton Gerhana Matahari Cincin

Foto: detikcom/Yudha MaulanaFoto: detikcom/Yudha Maulana

Jakarta – Komunitas penggiat astronomi Imah Noong menyiapkan 50 ribu kacamata khusus pemantau gerhana matahari cincin. Fenomena 30 tahunan di Indonesia itu, diperkirakan akan jatuh pada 26 Desember 2019 mendatang.

Saat ditemui detikcom, operator observatorium Imah Noong, Fahri Ahmad Wijaya, mengatakan, dibuatnya kacamata khusus itu untuk mengedukasi masyarakat akan fenomena gerhana matahari cincin.

“Fenomena ini langka, jadi tidak sanggup diamati setiap saat, gerhana sanggup dipelajari baik dari segi saintifik maupun dari khazanah budaya orang terdahulu,” kata Fahri di Observatorium Imah Noong, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (22/11/2019).

Filter cahaya yang dibentuk Imah Noong terbuat dari polymer hitam atau mylar ND5. Di balik kacamata pun terdapat beberapa anjuran, semoga pengamatan tak merusak mata.

“Tiap tahun kita buat, dari tahun 2012. Biasanya 10 ribu pertahun, kali ini kita buat lebih banyak, sebab fenomenanya cukup langka,” kata Fahri.


Menurut Fahri, orang zaman dulu mengaitkan gerhana dengan makhluk mitos. Seperti suku Dayak mengaitkan gerhana dengan ular raksasa, begitu pun di Sulawesi, yang mengaitkan gerhana dengan raksasa.

“Dari sana kita juga sanggup mencar ilmu keanekaragaman budaya, dilihat dari sejarah dan mitologi,” katanya.

Sementara dari sisi sains, gerhana sanggup menjadi momentum untuk mengukur jarak bumi dan bulan. “Kami juga sanggup pesanan dari Kemenag, UMSU, Planetariun Jakarta dan instansi lainnya untuk pengamatan nanti,” ucapnya.

Satu kacamata dibanderol dengan harga Rp 15 ribu – Rp 35 ribu, tergantung dari jumlah filter cahaya yang digunakan. “Kalau yang satu filter Rp 15 ribu, pembuatan kacamata ini melibatkan ibu-ibu di Kampung Areng ini,” ujarnya.

Simak Video “Edi Brokoli Sebut Gerhana Matahari Cincin Adalah Tanda dari Tuhan
[Gambas:Video 20detik]