9 Desainer Indonesia Desain Ulang Baju Branded Bekas Untuk Amal

7 Artis yang Ternyata Suka Pakai Baju Bekas, Tak Malu Beli di Pasar Loak

Jakarta – Sembilan desainer Indonesia berkolaborasi dengan situs Huntstreet untuk mendaur ulang aneka macam baju branded bekas menjadi busana yang siap pakai. Busana ini nantinya dijual dan jadinya untuk amal.

Kesembilan desainer lokal yang menciptakan busana daur ulang itu yakni Didiet Maulana, Stella Risa, Rinda Salmun, Wilsen Willim, Yosep Sinudarsono, Reves Studio, M by Mischa, Tangan x One Fine Sky, dan It’s Aloe. Desainer-desainer tersebut memodifikasi dan mendaur ulang baju-baju bekas dari merek-merek high end yang disediakan oleh Huntstreet.

Didiet Maulana contohnya mendaur ulang rok Givenchy dan dress Elie Tahari. Sedangkan Stella Rissa mendaur ulang sehabis dari brand Prada.

“Karena fashion desainer jadi aku merasa itu kiprah aku lantaran aku kan yang menciptakan pakaian,” kata Didiet Maulana ketika ditemui dalam program Re-loved persembahan dari Huntstreet x Setali di Pacific Place Jakarta, pada, Jumat (22/11/2019).

Andien dan Didiet Maulana.Andien dan Didiet Maulana. Foto: Vina Oktiani/Wolipop

Didiet merasa bahwa limbah industri mode sudah sangat menumpuk. Oleh lantaran itu, sebagai perancang dan pembuat pakaian, dirinya merasa sudah menjadi tugasnya untuk mencegah pemborosan limbah industri mode.

“Jadi dalam program ini aku bikin satu kreasi untuk upcycle fashion. Upcycle maksudnya yakni menaikkan siklus, menaikkan waktu dari barang itu sendiri,” kata laki-laki berusia 38 tahun itu. Menaikkan waktu yang dimaksudnya yakni memperpanjang umur dan masa pakai dari suatu barang.

“Upcycle itu kan bersama-sama menyerupai merombak. Memang jikalau dilihat dari produksi itu jatuhnya lebih mahal. Ketika kita melaksanakan upcycling kita juga memakai materi tenun yang memang hasil dari koleksi sebelumnya yang merupakan materi pecahan dari baju kita, menyerupai perca,” tambahnya.

Seluruh busana daur ulang karya desainer Indonesia ini dipamerkan di Pacific Place Jakarta mulai 22 November hingga 8 Desember 2019. Dan pada 29 November akan ada lelang dari karya daur ulang para desainer tersebut.

Hasil penjualan dari lelang ini akan didonasikan. Huntstreet berafiliasi dengan Setali, sebuah yayasan lokal yang didirikan oleh penyanyi Andien Aisyah untuk bantuan tersebut. Kerjasama ini nantinya akan membantu Setali untuk memperoleh mesin daur ulang yang sanggup mengubah pakaian menjadi benang kemudian sanggup dipakai lagi untuk menciptakan pakaian baru. Menurut Andien, harga mesin daur ulang diperkirakan sekitar Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar. Selain itu, hasil penjualan dari program ini nantinya juga akan didonasikan ke sejumlah yayasan yang bergerak dalam bidang kesehatan, orangtua, dan pendidikan.

Simak Video “Dibuat dari Wol, Boneka Ini Mirip Hewan Sungguhan!
[Gambas:Video 20detik]