Alasan Dian Sastrowardoyo Puji Gaya Iriana Joko Widodo Pakai Tenun Sumba

Iriana Dukung Gibran Daftar Pilkada, Ini Harga Kemeja Unik yang Dipakainya

Jakarta – Nagita Slavina baru-baru ini memposting foto dirinya bersama Ibu Negara, Iriana Jokowi. Keduanya tampil elok tersenyum ke arah kamera.

Iriana, yang kala itu mengenakan baju berbahan tenun Sumba Timur pun mencuri perhatian netizen. Dian Sastrowardoyo salah satunya. Melihat Ibu Negara mengenakan kain tenun Sumba, Dian memperlihatkan apresiasinya.

“Bajunya ibuuuu,” dengan emoji hati dan jempol yang menyatakan Dian sangat menyukai penampilan Iriana.

Tak heran Dian jadi salah fokus dengan busana yang digunakan Iriana Jokowi dikala berfoto dengan Nagita. Jika Anda rajin menengok Instagram Dian, mungkin Anda memperhatikan jejak kain tenun ikat Sumba.

Ya, belakangan ini, bintang ‘Ada Apa dengan Cinta?’ itu memang sedang intensnya mengunggah foto ‘outfit of the day’ alias OOTD dengan kain tersebut.

Bukan tanpa alasan, Dian memang sedang gencar mempromosikan keindahan kain tenun ikat sumba, terutama di kalangan generasi milenial.

“Aku mau belum dewasa muda kini tahu bahwa kain ini tidak hanya sanggup digunakan untuk program kawinan atau formal
lainnya, tapi juga dikala hang-out bersama teman-teman,” kata Dian dikala jumpa pers ‘Lukamba Nduma Luri’ di La Moda Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (8/8/2017).

Dian sastrowardoyo puji Iriana Jokowi yang pakai tenun sumbaDian sastrowardoyo puji Iriana Jokowi yang pakai tenun sumba Foto: Delia Arnindita Larasati/detikHOT

Berikut alasan Dian Sastro mempromosikan kain tenun khas Sumba.

Apresiasi budaya dan perajin
Tenun ikat sumba merupakan salah satu wastra Indonesia yang dihasilkan dari tangan-tangan terampil masyarakat Sumba
“Dengan memakainya, berarti kita telah mengapresiasi kearifan lokal dan ketertampilan para perajin di sana, serta ikut melestarikan budaya Indonesia,” ungkap Dian.

Berbahan Alami
Selain dibentuk secara hand-made, tenun sumba juga ramah lingkungan alasannya ialah terbuat dari bahan-bahan alami. Dari pewarnaan misalnya, perajin menggunakan tumbuh-tumbuhan untuk memberi warna pada kain. Warna merah dihasilkan dari akar mengkudu, biru dari nila dan indigo. Adapun hitam dari kombinasi warna biru dan merah.

Motif Unik
Tidak menyerupai batik, motif pada tenun dihasilkan dari teknik mengikat daun gewang. Motif binatang mendominasi kain yang pembuatannya minimal memakan waktu enam bulan itu. Salah satunya kuda yang melambangkan kepahlawan dan keagungan.

Tampil Beda
Di dikala batik masih mendominasi, tenun ikat sumba pun belum terlalu dilirik. Memakainya akan menciptakan kau pribadi menjadi sentra perhatian alasannya ialah belum banyak orang yang memilihnya.

Versatile
Tidak dipungkiri Dian bahwa banyak orang yang mengeluhkan materi tenun ikat yang cenderung tebal dan kaku. “Tapi justru ketebalan itulah yang menciptakan kain ini versatile untuk banyak sekali model pakaian. Selain rok, sanggup juga untuk jaket, blazer, dan syal,” kata Dian. Cocok bagi kau yang ingin tampil etnik tanpa meninggalkan rasa kekinian.

Duta Promosi Budaya
Di samping melestarikan budaya, menggunakan kain ini, terutama dikala di negeri lain, menjadi salah satu cara untuk mempromosikan keberagaman negara kita. “When you wear fashion, you also wear politics,” kata ibu dua anak itu.

Menghargai proses
Pembuatan kain tenun ikat sumba sanggup memakan waktu enam bulan sampai tiga tahun. “Alangkah indahnya di tengah zaman yang serba instan ini, kita masih sanggup menghargai sebuah proses yang panjang,” tutur Dian.