As Minta Instagram Tutup Akun Para Petinggi Iran, Kenapa?

Ilustrasi. Foto: unsplashIlustrasi. Foto: unsplash

Washington – Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat meminta Facebook, Twitter, serta Instagram menghapus akun para petinggi Iran. AS menilai para pemimpin itu munafik karena memblokir internet rakyatnya tapi di sisi lain mereka terus memakai media sosial.

“Mereka ialah rezim hipokrit. Kami meminta perusahaan medsos menyerupai Facebook, Instagram dan Twitter untuk menutup akun Ayatollah Ali Khamenei, Menteri Luar Negeri Javad Zarif dan Presiden Hassan Rouhani hingga mereka memulihkan internet rakyatnya,” kata Brian Hook, utusan khusus AS untuk Iran.

Pemerintah Iran telah memblokir susukan internet di sana semenjak 16 November seiring protes rakyat soal kenaikan harga materi bakar minyak. Ratusan demonstran telah ditangkap dan demonstrasi diklaim telah berhasil diminimalisir.


Menurut NetBlocks, koneksi internet sudah mulai dipulihkan, namun belum semuanya, di mana susukan melalui perangkat mobile masih dicekal. “Rezim menutup internet alasannya ialah coba menyembunyikan kematian dan bencana yang dilakukan pada ribuan pemrotes di negeri itu,” klaim Hook.

Dikutip detikINET dari The National, Iran menyebut ada 5 korban tewas. Namun Amnesty International menyebut jumlahnya lebih dari 100 orang. Adapun PBB menyatakan sedikitnya 1.000 orang ditangkap.

Pemerintah Iran menyalahkan negara absurd terlibat dalam demonstrasi itu. “Kami telah menahan semua yang mengaku bahwa mereka ialah bayaran AS,” kata Ali Fadavi dari Garda Revolusi Iran.

AS sendiri membantah mereka terlibat. “Tidak ada hubungannya dengan pihak luar. Ini ialah orang Iran berjuang untuk kemerdekaan, meminta hak mereka,” tutur Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.

Simak Video “Setelah 4 Dekade, Perempuan Iran Akhirnya Bisa Nonton Bola di Stadion
[Gambas:Video 20detik]