Atasi Macet Jadi Pertimbangan Kenaikan Bbn Kendaraan Jakarta

Kemacetan di Jakarta. Foto: Pradita UtamaKemacetan di Jakarta. Foto: Pradita Utama

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mengeluarkan peraturan soal tarif bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB) baru. BBN-KB di DKI Jakarta untuk penyerahan kendaraan pertama naik 2,5 persen.

Menurut perda Provinsi DKI Jakarta No. 6 Tahun 2019 ihwal Perubahan perda No. 9 Tahun 2009 ihwal Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, BBN-KB penyerahan pertama dikenakan tarif sebesar 12,5 persen. Selanjutnya untuk penyerahan kedua dan seterusnya tetap 1%.

Sebelumnya, dalam perda No. 9 Tahun 2009 ihwal Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, BBN kendaraan bermotor ditetapkan sebesar 10% untuk penyerahan pertama.

Dalam peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No. 6 Tahun 2019 ditulis pertimbangan pembiasaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor. Salah satunya ialah untuk mengendalikan kepemilikan kendaraan bermotor.

“Bahwa dalam implementasinya pengenaan tarif bea balik nama kendaraan bermotor (10% dalam Perda No. 9/2009-RED), belum sanggup mengendalikan laju pertumbuhan kepemilikan kendaraan bermotor dan belum bisa mengatasi kemacetan kemudian lintas di Provinsi DKI Jakarta sehingga perlu dilakukan pembiasaan tarif bea balik nama kendaraan bermotor,” tulis pertimbangan peraturan tersebut.

Simak Video “Sporty! Ini Tampilan Suzuki New Baleno Dengan 6 Fitur Baru
[Gambas:Video 20detik]