Aturan Pajak Kendaraan Beroda Empat Listrik Telah Terbit, Ini Isinya

Ilustrasi kendaraan beroda empat listrik Foto: Ari SaputraIlustrasi kendaraan beroda empat listrik Foto: Ari Saputra

Jakarta – Pemerintah menerbitkan ketentuan pengenaan pajak penjualan atas barang glamor (PPnBM), bagi mobil listrik melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 73 tahun 2019 perihal Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan Atas Barang Mewah.

Dalam salinan yang diterima detikcom, hukum ini ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 15 Oktober dan telah diundangkan semenjak 16 Oktober 2019 oleh Plt. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Tjahjo Kumolo. Peraturan ini mulai berlaku sehabis 2 tahun semenjak diundangkan, artinya mulai berlaku 16 Oktober 2021.

Peraturan Pemerintah No. 73 Tahun 2019 dibuka dengan ketentuan umum seputar Barang Kena Pajak, Dasar Pengenaan Pajak, dan Harga Jual. Isinya terdiri dari 8 Bab dan 47 pasal.

Perubahan yang paling terlihat dasar pengenaan PPnBM tidak lagi dilihat dari dimensi bodi kendaraan, namun menurut besaran gas emisi buang yang dikeluarkan atau konsumsi materi bakar.

Ilustrasi kendaraan beroda empat listrikIlustrasi kendaraan beroda empat listrik Foto: Grandyos Zafna

Dalam pasal 4,5,6, dan 7 dijelaskan pengenaan PPnBM untuk mesin hingga dengan 3.000 cc dari 15 hingga 25 persen. Penjelasannya sebagai berikut;

Dikenakan tarif PPnBM sebesar 15 persen dengan syarat konsumsi materi bakar minyak 15,5 kilometer per liter atau tingkat emisi CO2 kurang dari 150 gram per kilometer . Atau untuk mesin diesel dikenakan tarif PPnBM sebesar 15 persen asalkan konsumsi materi bakar minyak 17,5 km/liter atau tingkat CO2 kurang dari 150 g/km.

Dikenakan tarif PPnBM sebesar 20 persen asalkan konsumsi BBM kurang dari 11,5 kilometer per liter atau tingkat emisi CO2 lebih dari 250 gram per kilometer. Atau mesin diesel dengan konsumsi BBM lebih dari 13 km/liter atau CO2 yang dihasilkan hingga dengan 200 g/km.

Pengenaan PPnBM 25 persen kalau kendaraan beroda empat bisa 11,5-15,5 per liter atau menghasilkan CO2 150-200 g/km. Atau mesin diesel 10,5-13 km/liter dan CO2 yang dihasilkan 200-250 g/km.

Mobil-mobil hybrid ToyotaMobil-mobil hybrid Toyota Foto: dok PT Toyota-Astra Motor

Pengenaan PPnBm 40 persen apabila kendaraan beroda empat sanggup angka konsumsi BBM kurang dari 9,3 km/liter dan CO2 yang dihasilkan lebih dari 250 g/km. Untuk mesin diesel, konsumsi BBM kurang dari 10,5 km/liter atau tingkat CO2 yang dihasilkan lebih dari 250 g/liter.

Mesin dengan kapasitas 3.000 – 4.000 cc tertuang dalam pasal 8,9,10, dan 11. Pengenaan PPnBM mulai dari 40 hingga 70 persen, pun demikian dasar pengenaan menurut besaran gas emisi buang yang dikeluarkan atau konsumsi materi bakar.

Dalam hukum PP Nomor 73 Tahun 2019 ini juga diatur sesuatu yang hal yang gres untuk kelompok kendaraan bermotor roda empat irit energi dan harga terjangkau (Low Cost Green Car atau LCGC).

LCGC dikenakan PPnBM dengan tarif 15 persen, dengan Dasar Pengenaan Pajak sebesar 20 persen dari Harga Jual (15% x 20%). Artinya mobil-mobil LCGC dikenakan pajak sebesar 3 persen asal memenuhi syarat konsumsi BBM paling rendah 20 km/liter atau tingkat CO2 yang dihasilkan hingga dengan 120 g/km untuk kapasitas isi silinder hingga dengan 1.200 cc.

Kemudian LCGC lainnya, untuk mesin bakar nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan konsumsi BBM paling rendah 21,8 km/liter dengan tingkat emisi CO2 hingga dengan 120 g/km, untuk kapasitas isi silinder hingga dengan 1.500 cc.

Dalam beleid tersebut juga diatur mengenai kendaraan beroda empat listrik, Kendaraan bermotor yang memakai Teknologi Plug-In Hybrid Electric Vehicles, Battery Electric Vehicles, atau Fuel Cell Electric Vehicles masuk ke dalam kelompok kendaraaan bermotor yang dibebaskan dari pengenaan PPnBM. Dalam pasal 36 tertulis kelompok barang kena pajak yang tergolong glamor berupa kednaraan bermotor yang dikenai PPnBM dengan tarif sebesar 15 persen dengan Dasar Pengenaan Pajak sebsar 0 persen (15% x 0%). Dengan demikian kendaraan beroda empat listrik tak dikenai PPnBM.

Simak Video “Masih Terbatas, Mitra Terbaik Bisa Kemudikan Kendaraan Listrik Grab
[Gambas:Video 20detik]