Baju Chanel Dapat Seharga Rumah, Penjahit Ungkap Pembuatannya Yang Rumit

Kabar Duka dari Dunia Fashion, Desainer Emanuel Ungaro Wafat di Usia 86

ParisHaute couture atau adibusana identik dengan busana yang harganya selangit. Satu potong busana saja sanggup setara harga rumah glamor di pinggiran Jakarta.

Bukan pakaian biasa, produk adibusana ialah sebuah mahakarya. Materialnya premium, kemudian diolah oleh tangan-tangan halus dengan detail yang sangat presisi.

Di Prancis, tak sembarang rumah mode yang sanggup menggunakan nama ‘haute couture’ alasannya ialah harus memperoleh persetujuan dulu dari French Ministry of Industry. Label atau desainer yang sudah laik menerima predikat haute couture di antaranya Chanel, Christian Dior, Giambattista Valli, Givenchy dan Jean Paul Gaultier.

Baju Chanel Bisa Seharga Rumah, Ini Proses Pembuatannya yang RumitFashion show koleksi adibusana Chanel Fall-Winter 2019/2020 ketika Paris Fashion Week Haute Couture Juli lalu. Catwalk-nya bertema perpustakaan megah. (Foto: Pascal Le Segretain/Getty Images)

Agar sanggup tetap mempertahankan status haute couture tersebut, kinerja para rumah mode dievaluasi setahun sekali. Menurut situs Couture Notebook, penilaian meliputi seberapa banyak busana made to order yang mereka ciptakan untuk klien, kemudian rumah mode yang bersangkutan sedikitnya harus mempunyai 15 karyawan yang bekerja di sebuah atelier atau studio. Rutin menggelar fashion show dua kali setahun di Paris Fashion Week Haute Couture juga menjadi penilaian penting.

Adapun harga busana akan bergantung seberapa rumit pengerjaan, banyaknya detail yang diaplikasikan pada busana dan nama label itu sendiri. Sebagai bayangan, pembuatan satu buah busana saja sanggup memakan waktu hingga 700 jam.

Untuk busana couture sehari-hari, harganya mulai dari US$ 20 ribu atau sekitar Rp 280 juta. Chanel Haute Couture bahkan sanggup membanderolnya dari harga US$ 40 ribu atau Rp 560 jutaan. Gaun pengantin lebih mahal lagi, harganya dimulai dari kisaran US$ 100 ribu atau Rp 1,4 miliar.

Salah satu gaun dari Salah satu gaun dari koleksi Chanel Haute Couture Fall-Winter 2019/2020. (Foto: Pascal Le Segretain/Getty Images)

Sebuah video ‘behind the scene’ fashion show Chanel Haute Couture Fall 2020 mungkin sanggup memberi citra sekilas betapa rumitnya proses kreatif di balik gaun glamor adibusana.

Video yang diunggah oleh akun videografer fashion Prancis Loic Prigent itu mengungkap ‘resep rahasia’ pribadi dari para penjahit andalan Chanel. Koleksi adibusana yang naik pentas di Paris Fashion Week Haute Couture Juli kemudian itu menjadi yang pertama bagi administrator artistik Chanel Virginie Viard.

Segala urusan desain dipercayakan kepada Virginie sesudah rumah mode berusia 109 tahun itu ditinggal administrator kreatifnya yang legendaris, Karl Lagerfeld. Karl tutup usia pada Februari 2019 sesudah berjuang melawan kanker pankreas.

Virginie dibantu oleh beberapa penjahit dalam merealisasikan konsep desainnya yang tertuang di sketsa. Tanpa keahlian mereka, tak akan ada busana glamor yang tersaji di catwalk atau dijual untuk klien kelas atas.

Baju Chanel Bisa Seharga Rumah, Ini Proses Pembuatannya yang RumitVirginie Viard, penerus Karl Lagerfeld sebagai desainer Chanel. (Foto: Pascal Le Segretain/Getty Images)

Setiap busana mempunyai keunikan tersendiri dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Salah satunya jas hitam bersiluet tuksedo dengan lapel atau kerah berbahan satin.

Menurut penjahit Chanel yang berjulukan Jacqueline, menjahit di atas kain satin bukanlah perkara yang mudah. “Orang yang membuatnya mempunyai tangan yang luar biasa,” ujar Jacqueline.

Jaket dari koleksi Chanel Haute Couture Fall-Winter 2019/2020 Jaket dari koleksi Chanel Haute Couture Fall-Winter 2019/2020. (Foto: Pascal Le Segretain/Getty Images)

Ia kemudian menawarkan detail rantai yang dijahit di balik jaket bab bawah. Ternyata sudah menjadi standar bagi Chanel untuk menyertakan detail serupa di setiap koleksi jaketnya. “Ini cara untuk memberi beban pada jaket supaya tidak bergerak,” ungkap Jacqueline.

Busana lain yang tak kalah pelik pembuatannya ialah gaun panjang bersiluet lurus dengan pundak model bateau neckline yang dipermanis pita hitam. Sepintas gaun tersebut hanya tampak mirip gaun bermotif kotak teka-teki silang hitam-putih. Namun kalau dilihat lebih dekat, motif tersebut dibentuk dari ribuan payet kecil yang dijahit di atas kain organza. “Organza yang disulam,” kata Cecile, penjahit lainnya.

Baju Chanel Bisa Seharga Rumah, Ini Proses Pembuatannya yang RumitGaun Chanel yang terbuat dari organza yang disulam. (Foto: Pascal Le Segretain/Getty Images)

Hadir pula gaun merah muda berbahan lace dengan semburat kilauan warna metalik di dalamnya. Penjahit Chanel yang berjulukan Olivia menjelaskan, lace tersebut bukan yang biasa alasannya ialah hasil jahitan tangan. “Lace mirip ini tak sanggup dibentuk dengan mesin,” ujar dia.

Baju Chanel Bisa Seharga Rumah, Ini Proses Pembuatannya yang RumitGaun Chanel dengan lace Istimewa hasil jahitan tangan. (Foto: Pascal Le Segretain/Getty Images)

Jahitan yang sangat presisi juga diterapkan pada kerah bolero emas yang bab lengannya membulat. Kerah tersebut dibentuk dari materi organza yang diaplikasikan berlapis-lapis sehingga mirip lembaran kertas sebuah buku supaya sesuai dengan set fashion show yang bertema perpustakaan.

Penjahit pun harus ekstra hati-hati dalam mengolah organza mengingat bahannya yang ringkih. “Kami jahit semacam kepangan kecil yang disebut ‘picot’. Ukurannya sangat kecil dan berfungsi supaya organza tidak melambai-lambai,” kata Jacqueline.

Baju Chanel Bisa Seharga Rumah, Ini Proses Pembuatannya yang RumitJaket Chanel yang hadir dengan kerah berbentuk lembaran kertas. (Foto: Pascal Le Segretain/Getty Images)

Koleksi tersebut turut menyertakan sebuah busana yang merayakan sosok Karl Lagerfeld. Gaun model jubah mandi itu dibentuk dari payet yang memuat goresan pena tangan sang ikon fashion. Payet tersebut menghiasi sekujur gaun. Bisa dibayangkan berapa usang penjahit harus mengaplikasikan payet tersebut hingga menjadi sebuah busana yang utuh.

Baju Chanel Bisa Seharga Rumah, Ini Proses Pembuatannya yang RumitGaun Chanel dengan payet yang memuat goresan pena tangan Karl Lagerfeld. (Foto: Pascal Le Segretain/Getty Images)

Simak Video “Bombastis! Botol Minum Chanel Dibanderol Rp 78,2 Juta
[Gambas:Video 20detik]