Baju Pengantin, Jahit Atau Sewa? Ini Yang Perlu Dipertimbangkan

4 Tren Dekorasi Pernikahan 2020 yang Akan Banyak Digemari Pasangan Pengantin

Jakarta – Seiring dengan perkembangan dunia mode ketika ini, baju pengantin kini bermacam-macam jenis dan modelnya. Ada pengantin perempuan yang menentukan mengenakan kebaya untuk kesepakatan hingga resepsi pernikahannya. Namun tak sedikit pula perempuan yang mengenakan gaun pengantin glamor dan elegan.

Dalam daftar persiapan pernikahan, baju pengantin ini harus masuk menjadi prioritas kalau kau ingin menggunakan gaun atau kebaya pengantin impian. Kamu harus mendatangi penjahit atau desainer kepercayaan semenjak jauh-jauh hari dari hari-H. Apalagi kalau penjahit kau termasuk yang mempunyai banyak pelanggan, sanggup jadi kau harus antre berbulan-bulan sebelum pernikahan.

“Kalau baju at least, H-6 bulan, alasannya yaitu kan ada beberapa kali fitting, ukuran tubuh calon pengantin juga kan sanggup berubah-ubah, mungkin alasannya yaitu diet. Paling lambat banget H-4 bulan untuk preparation,” ujar Artha M. Soeharto, Chief Marketing Officer dari wedding organizer Aku Wedding, ketika berbincang dengan Wolipop di kantornya di Jalan Deposito, Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Baju Pengantin, Jahit atau Sewa? Ini yang Perlu DipertimbangkanFoto: Instagram @byayudyahandar

Calon pengantin juga perlu ingat bahwa baju pengantin ini memerlukan anggaran biaya yang tidak sedikit. Kebaya atau gaun pengantin dibanderol mulai dari jutaan hingga ratusan juta rupiah kalau kau membeli jadi atau menjahit ke desainer atau penjahit.

Lantas bagaimana kalau pasangan tersebut mempunyai dana yang ‘minimalis’ dalam menggelar pernikahannya? Haruskah mempelai perempuan menyewa baju pengantin atau menjahitnya?

Anindhitya, perwakilan dari jasa wedding organizer Ayodya Wedding menjelaskan, ia selalu bertanya terlebih dahulu pada sang klien. Apakah baju pengantin tersebut ingin diwariskan kepada sang anak, atau ingin disimpan sebagai kenang-kenangan. Jika busana pengantin memang merupakan aspek penting yang harus dimiliki, menjahit sanggup menjadi pilihan tepat.

“Tapi kalau pengantin itu mempunyai tubuh proporsional yang sudah niscaya ada standar ukurannya, walaupun busananya harus dibesarkan atau dikecilkan sedikit ya mungkin menyewa baju juga bisa,” terangnya ketika dihubungi Wolipop beberapa waktu lalu.

Baju Pengantin, Jahit atau Sewa? Ini yang Perlu DipertimbangkanArtha M. Soeharto, Chief Marketing Officer dari wedding organizer Aku Wedding. Foto: gresnia/wolipop

Sedangkan berdasarkan Artha M. Soeharto, Chief Marketing Officer dari wedding organizer Aku Wedding, urusan baju pengantin menyewa atau menjahit ini memang tergantung dari budget si calon pengantin. Artha sendiri menyarankan untuk membeli atau menjahit alasannya yaitu kini ini sudah banyak materi busana pengantin yang tidak berharga terlalu mahal namun nyaman dikenakan.

“Kita lebih menyarankan bahannya yang nyaman dulu sesuai dengan konsep dan temanya, gres nanti kita bawa ke vendor baju biar lebih glowing di hari-H. Bahan yang nyaman pun tidak harus mahal. Kalau pemuda nggak dilema menyewa alasannya yaitu untuk menyeimbangkan pengantin wanita,” ujarnya.

Fitri Permana, pemilik wedding organizer Dua Organizer menambahkan, pilihan sewa baju pengantin sanggup dilakukan kau yang ingin menggelar kesepakatan nikah secara tradisional atau sesuai adat. “Kita menyarankan untuk menyewa saja. Karena sewa pun sudah paketan. Untuk keluarga, among tamu, dan lain-lain. Bisa kalau mau menjahit juga. Tetapi jahit pertama harganya lebih mahal. Dan estimasi waktunya juga penjahit minta H-7 hingga sembilan bulan pengerjaannya. Waktu yag ideal untuk menyiapkan baju itu sekitar enam bulan sebelum hari-H,” terang Fitri.

Simak Video “Cantik! Saat Tisu Toilet Disulap Makara Gaun Pengantin
[Gambas:Video 20detik]