Bakti Seharusnya Jadi Regulator, Bukan Operator

Foto: Rengga SancayaFoto: Rengga Sancaya

Jakarta – Pengelolaan dana Universal Service Obligation (USO) oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dinilai belum memenuhi prinsip pelaksanaan yang akuntabel.

Hal ini diutarakan oleh Riant Nugroho, pengamat yang juga Director of Institute Policy Reform. Menurutnya, pengelolaan dana USO ini belum memenuhi prinsip pelaksanaan kewajiban pelayanan universal yang akuntabel dan kemanfaatan.

Menurutnya dalam keterangan yang diterima detikINET, kalau ingin kinerja BAKTI akuntabel, BAKTI yang merupakan Badan Layanan Umum (BLU) seharusnya berfungsi layaknya regulator, bukan operator.

“Agar planning Pemerintah membangun tempat 3T sanggup segera terwujud, BAKTI harus fokus menjadi Regulator, menyusun perencanaan yang matang dan sempurna sasaran, sehingga sanggup mengelola dana USO yang disetorkan oleh Operator telekomunikasi sebesar 1,25% dengan baik. Karena dana USO tersebut ialah uang titipan Operator kepada Pemerintah yang diamanatkan kepada BAKTI,” terperinci Riant.


BAKTI semenjak tahun 2015 sudah membangun Palapa Ring di 57 Kabupaten/ Kota. Palapa Ring ini terdiri dari Paket Barat, Paket Tengah dan Paket Timur. Meski sudah komersial, namun berdasarkan Riant jaringan fiber optik Palapa Ring yang dibangun tersebut oleh BAKTI tersebut masih sepi peminat dengan tingkat utilisasi yang rendah.

Padahal, BAKTI juga akan menyiapkan satelit SATRIA, yang mempunyai harga super fantastis (Rp 21,4 triliun) dan tidak efisien. Harga tersebut belum termasuk ground segment. Sebelum satelit meluncur di tahun 2021, BAKTI juga menyewa satelit dari PT Aplikasinusa Lintasarta, PT Indo Pratama Teleglobal, Konsorsium Iforte HTS, PT Pasifik Satelit Nusantara dan PT Telekomunikasi Indonesia senilai Rp 7,5 triliun.

Program yang dicanangkan oleh Pemerintah tersebut berdasarkan Riant bukan aktivitas asal-asalan, oleh lantaran itu mantan Komisioner BRTI ini meminta semoga BAKTI sanggup memikirkan cara yang lebih efektif dan efisien.

Misalnya dengan memperlihatkan ruang lebih kepada operator telekomunikasi membangun sarana dan prasarana telekomunikasi di tempat 3T. Pembangunan tersebut sanggup diperhitungkan sebagai proteksi operator telekomunikasi dalam memperlihatkan USO.

“Nantinya tempat yang dibangun sanggup dipertimbangkan sebagai komponen perhitungan USO operator telekomunikasi. Misalnya kalau XL mau membangun di tempat USO, maka pembangunan yang dilakukan mereka sanggup dijadikan komponen perhitungan dana USO yang diberikan operator kepada Pemerintah. Kaprikornus dana USO yang 1,25% tersebut sanggup pribadi dikompensasikan dalam bentuk layanan telekomunikasi yang benar-benar pribadi sanggup dinikmati oleh masyarakat di tempat 3T,”terang Riant.

Riant percaya operator akan semakin tertarik membangun di tempat 3T, sehingga percepatan tersedianya layanan telekomunikasi di tempat 3T ini sanggup terwujud.

Simak Video “BAKTI Sebut Palapa Ring untuk Perlancar Urusan "Pergaiban" Pemerintah
[Gambas:Video 20detik]