Bawa Iphone Dari Luar Bebas Biaya Masuk, Tapi…

Foto: Getty ImagesFoto: Getty Images

Jakarta – Setelah aturan IMEI ditandatangani oleh tiga menteri dan bahkan dikala sudah berlaku, masyarakat masih dapat membeli iPhone di luar negeri. Bahkan pemerintah membebaskan biaya masuk.

Hal tersebut disampaikan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi. Dia menyampaikan pemerintah memberlakukan biaya masuk Rp 0 pada ponsel yang dibeli di luar negeri. Hanya saja barang yang harga pembeliannya di atas USD 500 atau Rp 7 juta masih dikenakan pajak.


“Khusus barang penumpang diberlakukan PPn (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar 10% dan Pajak Penghasilan (PPh) 7,5%,” ujar Heru.

Dia pun menyarankan masyarakat Indonesia tidak membeli ponsel lewat jalur jastip (jasa titip) ataupun open po (pre-order). Pasalnya cara ini tidak sesuai dengan hukum pemerintah.

“Setiap penumpang maksimal membawa dua unit ponsel baru. Nah kini terjadi yaitu jastip ini membawa hingga puluhan dengan alasan untuk kebutuhan pribadi, itu terlalu banyak,” kata Heru.

Ketika Aturan IMEI diberlakukan, begitu penumpang membayarkan pajak ponsel yang dibawanya, mereka akan mendapat tanda terima pembayaran yang digunakan untuk registrasi.

“Sebenarnya mending beli yang resmi saja. Karena resmi itu buatan Indonesia dan juga sudah bayar pajak,” ajak Heru.

Bawa iPhone dari Luar Bebas Biaya Masuk, Tapi...Foto: Getty Images

Dalam kesempatan ini pula, Heru menyampaikan hukum IMEI merupakan keputusan pemerintah yang luar biasa. Dia pun optimis akan efektif menangkal masuknya ponsel BM. Karena sehabis hukum IMEI berlaku, kalau mana masih ada yang niatan untuk memasukkan ponsel ilegal akan menyesal.

“Sebenarnya dari kini pun dihentikan memasukkan ponsel ilegal. Tapi nanti akan percuma, alasannya yaitu tidak akan dapat dipakai, nggak ada sinyal,” terang Heru.

“Jadi boleh nanti beli, tapi jadi pajangan aja,” sambungnya,

Untuk pengawasan, Ditjen Bea Cukai tidak akan mengerahkan personelnya. Sebab semua pemantauan dilakukan oleh sistem.

“Begitu hukum IMEI diberlakukan, tim yang fokus ponsel akan memberantas lainnya. Karena pengawasan melalui sistem, begitu tidak terdaftarkan tidak dapat digunakan berkomunikasi, jadi pajangan saja,” terang Heru.

“Bisa menyelundup tapi, tidak akan dapat digunakan,” pungkasnya.