Bbn Dki Jakarta Jadi 12,5%, Harga Motor Naik Ratusan Ribu Rupiah

Ilustrasi Foto: IstimewaIlustrasi Foto: Istimewa

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menaikkan tarif Bea Balik Nama-Kendaraan Bermotor dari 10% menjadi 12,5%. Aturan tersebut mulai berlaku pada 11 Desember 2019. Meski akan menciptakan harga OTR motor jadi lebih mahal, namun kenaikannya diprediksi tidak terlalu besar.

“Kalau di kendaraan beroda empat itu sangat pengaruh, tapi kalau motor saya rasa enggak terlalu efek ya, sebab nilainya nggak besar,” bilang Director FIFGroup Antony Sastro Jopoetro kepada wartawan di Jakarta, Senin (18/11/2019).

Lanjut Anton, kenaikan harga motor diprediksi berkisar ratusan ribu rupiah. “Kalau (BBN-Red) naik 2 persenan, paling satu motor (kisarannya-Red) naiknya 150 ribuan rupiah. Kalau dibagi cicilan 36 bulan, ya nggak ada artinya (kenaikan itu),” terangnya.

Sebagai pihak yang bertanggung jawab di potongan leasing atau pembiayaan, Anton sendiri belum tahu persis perubahan harga motor sesudah tarif BBN gres diterapkan bulan depan.

“Karena itu potongan daripada keputusan AHM (Astra Honda Motor). Tetapi kami di finance company, kami hingga dikala ini belum terima isyarat perubahan harga untuk sepeda motor. Artinya kemungkinan dapat di-cover dengan biaya lain,” ujarnya.

Sementara kaitannya dengan efek penjualan motor, Anton menyampaikan efeknya tidak terlalu signifikan.

“Bulan pertama dan kedua, mungkin orang akan cenderung berpikir ya, tetapi jikalau menyesuaikan dengan kebutuhan sih umumnya, kenaikan soal BBN bukan dinikmati pengusaha, tetapi potongan dari pajak jadi mau enggak mau kan ia harus ikutin,” kata Anton.

Simak Video “Pengakuan Pemuda yang Bakar Motor sebab Ditilang
[Gambas:Video 20detik]