Bbn Jakarta Naik, Harga Jual Motor Ikut Terkerek

Foto: PT Astra Honda MotorFoto: PT Astra Honda Motor

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menaikkan Bea Balik Nama (BBN) Kendaraan Bermotor menjadi sebesar 12,5 % dari sebelumnya 10%. Aturan tersebut sanggup menyebabkan harga jual kendaraan bermotor terkerek naik.

Apalagi hal ini cukup berdampak pada diler yang menerapkan bagan harga on the road. Salah satunya pabrikan yang menguasai pangsa pasar roda dua di Tanah Air, PT Astra Honda Motor (AHM).


General Manager Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbudin memaklumi dengan hadirnya kebijakan tersebut. Namun berdasarkan laki-laki yang bersahabat disapa Muhib ini, hukum gres tersebut dibutuhkan sudah mempertimbangkan daya beli masyarakat, alasannya harga jual juga bakal terkerek naik, khususnya warga DKI Jakarta.

“Kami berharap kebijakan tersebut sudah mempertimbangkan aneka macam faktor, termasuk daya beli konsumen mengingat setiap kenaikan akan berdampak terhadap kenaikan harga sepeda motor,” tutur Muhib.


Kenaikan BBN itu tertuang dalam perda Provinsi DKI Jakarta No. 6 Tahun 2019 ihwal Perubahan perda No. 9 Tahun 2009 ihwal Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor. Peraturan ini berlaku 30 hari semenjak tanggal diundangkan, artinya mulai 11 Desember 2019.

Perda Provinsi DKI Jakarta No. 6 Tahun 2019 itu ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 7 November dan diundangkan di Jakarta pada 11 November 2019 kemarin.


Pemprov DKI Jakarta memang gres menaikkan BBN-KB. Namun, kenaikan BBN-KB itu sudah berlaku di beberapa kawasan lain, menyerupai di Jawa Barat. Pemprov Jawa Barat sudah lebih dulu mengeluarkan perda (PERDA) ihwal Perubahan atas perda Provinsi Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2011 ihwal Pajak Daerah.

Simak Video “Indonesia CBR Raceday, Hadir dengan Kelas Semakin Beragam
[Gambas:Video 20detik]