Berkat 2 Hal Ini, Penjualan Kendaraan Beroda Empat Di Balikpapan Tetap Moncer

Toyota di Balikpapan Foto: Luthfi AnshoriToyota di Balikpapan Foto: Luthfi Anshori

Balikpapan – Bisnis otomotif di Kalimantan cukup bergantung dengan komoditas batubara dan sawit. Artinya jikalau bisnis batubara dan sawit tumbuh, maka penjualan kendaraan beroda empat pun bakal naik. Sebaliknya, jikalau harga dua komoditas itu lesu, penjualan kendaraan beroda empat pun ikut turun.

Dijelaskan Branch Head Auto2000 Balikpapan MT Haryono Michael Wen, penjualan kendaraan beroda empat di Balikpapan, Kalimantan Timur, hingga dikala ini dapat bertahan dari imbas fluktuasi harga batubara. Sedangkan untuk kelapa sawit, dikatakan Michael tidak terlalu kuat ke penjualan mobil.

“Kalau ditarik 8 tahun ke belakang, memang Balikpapan ini yang menopang bisnis paling besar batubara. Untuk sawit, naik turun harganya, secara dampak ke retail tidak terlalu besar. Sebab jasa dan perdagangan Balikpapan masih oke,” kata Michael, di sela-sela kegiatan Auto2000 Media Exploration Kalimantan.

Menurut Michael, dikala masa jaya batubara di tahun 2011, penjualan kendaraan beroda empat ikut terkerek. Bahkan disebut, market otomotif Balikpapan sebulan dapat menyentuh angka 800 unit. Dan ketika batubara anjlok di 2015, market roda empat turun hingga 50 persen.

Ilustrasi Toyota di BalikpapanIlustrasi Toyota di Balikpapan Foto: Luthfi Anshori

“Tahun 2015, 2016, 2017 itu survival untuk batubara. Agak mulai naik sedikit di 2018 awal. Batubara buat (ekonomi) Kaltim pengaruhnya gede banget,” lanjut Michael.

Menurut Michael, market otomotif di Balikpapan kini menuju ke arah positif. “Sudah naik sekitar 560 unit per bulan. Sebelumnya bahkan sempat anjlok 400 unit per bulan, dari market yang kita pernah capai hingga 800 unit per bulan di Balikpapan,” pungkasnya.

Simak Video “Aksi Tulus dan Anji Pecahkan Acara Toyota Sebangsa Bandung
[Gambas:Video 20detik]