Cantiknya Tudung Tradisional Jambi Yang Seolah-Olah Hijab Turban

5 Peserta Sunsilk Hijab Hunt 2017 yang Stylish Berhijab Turban

Jakarta – Indonesia mempunyai etika budaya yang kaya. Dari Sabang sampai Merauke ada berbagai jenis kain, gaya busana, dan perhiasan yang indah. Busana tradisional ini pun tak jarang menjadi ide utama para desainer ternama untuk menciptakan koleksi spektakuler.

Namun, meski sudah mulai dikembangkan oleh para desainer, masih berbagai kebudayaan yang belum terjamah generasi millenial. Salah satunya ialah bentuk tudung tradisional yang sudah ada semenjak nenek moyang.

Tudung tradisional di Indonesia tak kalah beragam. Di kawasan Jambi saja, ada 98 jenis tudung yang disebut tengkuluk atau kuluk. Pada zaman dahulu, tengkuluk digunakan untuk acara sehari-hari ibarat pergi ke ladang, pengajian, sampai ke program formal. Setiap bentuk punya fungsi berbeda.

Baca Juga: Foto: Deretan Gaya Turban Pria Seperti yang Jokowi Pakai di Afghanistan

Foto: Silmia Putri

Di antara 98 jenis tengkuluk, tiga di antaranya ditampilkan dalam program peringatan Hari Perempuan Internasional pada Kamis (08/03/2018). Beberapa perwakilan dari komunitas Kebaya, Kopi, dan Buku mengajarkan cara pakai tengkuluk kepada perempuan difabel di program tersebut.

“Tengkuluk merupakan simbol kecantikan seorang perempuan di Jambi. Setiap bentuknya mempunyai arti dan filosofi yang berbeda,” ungkap Lisa Surya sebagai perwakilan komunitas Kebaya, Kopi, dan Buku kepada Wolipop.

“Tudung tradisional ini juga dapat digunakan sebagai hijab. Tinggal menambahkan ciput ninja saja untuk menutupi leher,” tambah Lisa.

Foto: Silmia Putri


Lisa Surya menunjukkan cara menggunakan Kuluk Kembang Duren, yang biasanya digunakan oleh gadis Jambi sebagai simbol kecantikan. Setiap jumlah lipatan tengkuluk atau kuluk mempunyai arti yang berbeda. Kain yang menjuntai di sebelah kanan dan kiri juga punya arti berbeda, sehingga hukum pemakaian kuluk harus benar-benar dicermati.

Baca Juga: Mengenal Baju Adat Solo Basahan Keprabon yang Dipakai Kahiyang Ayu

“Kain menjuntai di sebelah kanan, digunakan oleh perempuan yang sudah menikah. Sedangkan perempuan yang belum menikah, pakai tengkuluk dengan kain menjuntai di sebelah kiri,” terperinci Lisa.

Selain Kuluk Kembang Duren, masih berbagai jenis kuluk yang belum diketahui masyarakat Indonesia, ibarat Kuluk Kuncup Melati, Kuluk Lilit Tungkai, Kuluk Berzikir, dan masih banyak lagi. Pihak komunitas Kebaya, Kopi, dan Buku pun mengaku belum mengeksplor semua jenis tudung tersebut.

Selain indah, bentuk tudung yang tertutup juga mengatakan kesopanan busana masyarakat Indonesia zaman dahulu. Bentuknya yang ibarat hijab turban di masa kini, mungkin dapat jadi ide para desainer hijab Indonesia untuk mengenalkan budaya kesopanan masyarakat Jambi ini, ke mata dunia.