Caplok Ud Trucks Dari Volvo, Saham Isuzu Malah Turun

Foto: Rengga SancayaFoto: Rengga Sancaya

Tokyo – Produsen truk Isuzu dan Volvo setuju beraliansi. Keduanya akan membangun kemitraan global untuk membuat bisnis truk yang lebih berpengaruh untuk Isuzu dan UD Trucks di Jepang, dan seluruh pasar internasional.

Isuzu dapat mengambil alih bisnis UD Trucks dari Volvo secara global. Namun pelaku pasar rupanya cukup khawatir akan langkah korporasi Isuzu ini mengingat transaksi yang cukup besar. Hal ini terlihat dari harga saham Isuzu di pasar domestiknya.

Mengutip Bloomberg, saham Isuzu turun paling dalam selama 4 bulan terakhir sesudah Isuzu setuju membeli Volvo sebesar 250 miliar yen. Harga saham Isuzu pada perdagangan Kamis turun 5,1 persen, menjadi 1.314 yen. Angka ini paling rendah semenjak 6 Agustus lalu. Saham Isuzu pun menjadi saham dengan kinerja terburuk dalam Nikkei 225.

“Angka 250 miliar yen terasa sangat besar. Saya ingin tahu bagaimana Isuzu melihat potensi dari bisnis ini,” ujar analis otomotif Tatsuo Yoshida menyerupai dilansir Bloomberg.

Namun di sisi lain, saham Volvo di Swedia justru moncer. Naik 3,6 persen pada penutupan saham hari Rabu lalu.

Ada 3 poin aliansi strategis Volvo Group dan Isuzu Motors:

– Membentuk kemitraan bidang teknologi, memanfaatkan keahlian semua pihak pada teknologi terkini untuk membuat volume lebih besar serta mendukung investasi teknologi yang diharapkan pada masa depan.
– Menciptakan kondisi jangka panjang terbaik untuk bisnis truk kelas berat yang lebih berpengaruh antara UD Trucks dan Isuzu Motors di Jepang dan di seluruh pasar internasional.
– Membuka peluang kerja sama yang lebih luas dan lebih dalam pada bisnis kendaraan komersial di seluruh wilayah geografis, menyerupai truk ringan dan menengah.

Kedua perusahaan akan menuntaskan kerja sama ini pada pertengahan 2020

Simak Video “Jajal Ketangguhan Isuzu mu-X 4X4 di Medan Off-Road
[Gambas:Video 20detik]