Cerita Di Balik Baju Karung Terigu Segitiga Biru Di New York Fashion Week

Style Alert! Ini 6 Tren Baju Tahun 2020 dari New York Fashion Week

Jakarta – Bagi desainer Maggie Hutauruk-Eddy, ide sanggup tiba dari mana saja. Tanpa terkecuali dari sebuah karung tepung terigu yang disulapnya menjadi sebuah busana bergaya urban. Karya Maggie itu lantas mencuri perhatian di New York Fashion Week.

Dengan labelnya, 2Madison, Maggie menjadi satu dari empat desainer Indonesia yang berkesempatan memamerkan karyanya di New York Fashion Week (NYFW) Spring-Summer 2020 September lalu. Selain Maggie, tampil pula karya Yogiswari Prajanti, Marina Christyanti dan Julianto yang digabung dalam peragaan bertajuk ‘Indonesian Diversity’.

Ajang fashion bergengsi tersebut bukan yang pertama bagi wanita berdarah Batak ini. Februari lalu, karyanya untuk pertama kali eksis di panggung NYFW Fall-Winter 2019.

Cerita di Balik Baju Karung Terigu Segitiga Biru di New York Fashion WeekFoto: Getty Images

Kala itu, koleksi bertema ulos menjadi debutnya di NYFW. Kali ini, Maggie menyuguhkan sesuatu yang berbeda lewat koleksi yang bertajuk ‘Vivify the Block’. “Bisa diartikan mencerahkan dan mewarnai lingkunganmu. Makara bila koleksi sebelumnya agak serius, kini lebih berwarna, rileks, terasa hip-hop dan street style. Banyak mix and match materi yang berbeda juga,” dongeng Maggie kepada Wolipop di galeri 2Madison di daerah Kemang, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Menariknya, Maggie juga mengeksplor material yang tak biasa untuk sebuah pakaian. Muncul sebuah kaus dengan logo merek tepung terigu lokal Segitiga Biru yang digunakan model laki-laki berkulit hitam di catwalk. Logo tersebut bukan cetakan di atas kain, melainkan pribadi diambil dari karungnya.

Desainer yang juga seniman itu menuturkan, ide tersebut justru muncul di kala ‘mepet’. “Saya perlu t-shirt dengan grafik yang strong, tapi belum dapat. Padahal sudah mau berangkat ke New York. Pas saya lagi pikir-pikir, tiba-tiba Mba saya pulang dari pasar bawa karung tepung terigu dan beras. Langsung saya minta karungnya. Dari situ, berjalan organik saja. Saya bawa karung itu ke workshop, dibersihkan dan dibentuk jadi kaus. And it was perfect, exactly what I needed,” ungkap Maggie.

Cerita di Balik Baju Karung Terigu Segitiga Biru di New York Fashion WeekFoto: Getty Images

Maggie hanya mengambil bab karung yang terdapat logo tepung terigu tersebut, kemudian mengaplikasikannya di kaus putih model v-neck berbahan jersey premium. Di catwalk, kaus tersebut tampil stylish dengan padanan varsity jacket denim yang dihiasi permainan grafis nan eklektik dan jeans dengan tambalan tenun khas Makassar yang penuh warna. “Pembawaan sang model yang orisinil New Yorker bikin baju terasa lebih urban. Cara ia membawanya pas banget. And the rest is history,” jelas Maggie.

Setelah muncul di catwalk NYFW, kaus karung beras tersebut rupanya sempat memicu kehebohan di media sosial. “Aku kaget pas pulang kok banyak nge-tag di Instagram. Ternyata banyak yang ngomongin,” tutur Maggie.

Cerita di Balik Baju Karung Terigu Segitiga Biru di New York Fashion WeekFoto: Instagram @2maggieson

Responsnya beragam, mulai dari kebanggaan sampai cibiran. “Lucunya ada yang bilang itu segitiga Illuminati,” katanya diiringi tawa. Maggie bahkan menerima apresiasi dari pihak Bogasari, selaku produsen Segitiga Biru. Beberapa orang penting perusahaan itu, kata Maggie, mengunggah foto look kaus karung itu di media umum masing-masing. Ada pula yang sudah memesannya.

Selain kaus karung tepung, hadir pula coat denim yang bab belakang dihiasi penggalan karung beras. Bagi Maggie, tak ada niatan untuk menjadi viral lewat busana unik tersebut. Ia malah berharap, sorotan yang didapatnya sanggup membuka mata masyarakat perihal pengolahan materi bekas menjadi barang bernilai demi mengurangi limbah sampah. “Siapa yang menyangka karung sanggup muncul di panggung fashion sebeken New York Fashion Week,” kata wanita yang sempat mengenyam pendidikan seni di Amerika Serikat itu.

Simak Video “Eksklusif! Maggie Hutauruk dan 2Madison Melenggang di New York
[Gambas:Video 20detik]