Cerita Hijabers Milenial Pendiri Jawhara Syari Yang Koleksinya Jadi Rebutan

Jakarta – Salah satu merk fashion muslim syari yang terkenal dengan aksen kristal Swarovski ialah Jawhara Syari. Brand yang bangun semenjak 2015 itu selalu menjadi incaran para perempuan muslimah syari.

Pendiri dan desainer Jawhara Syari, Merlita Cintia Dewi atau dikenal dengan nama Cynthia Mahendra mengungkapkan bagaimana koleksi busana yang dirilisnya pribadi sold out diserbu pelanggan hanya dalam waktu kurang dari 5 menit.

“Karena berebutan dengan reseller. Mereka pembeliannya sudah tidak masuk akal. Ada yang satu seller beli 20 baju, 11 baju. Koleksi kita kan limited edition, barang kita tidak hingga 300 pieces. Kaprikornus itu mungkin sudah direbut duluan sama reseller secara online yang sudah tersebar di pelosok negeri hingga ke mancanegara menyerupai negara London, Amerika, Taiwan, Qatar, malaysia, dan Singapore,” kata Cynthia dikala ditemui Wolipop di program Jawhara Syari Goes to Amsterdam Modest Fashion Week 2019, di Plaza Indonesia baru-baru ini.

Cerita Hijabers Milenial Pendiri Jawhara Syari yang Koleksinya Kaprikornus RebutanCynthia Mahendra. Foto: Gresnia Arela/Wolipop



Hijabers 30 tahun itu mengaku hingga menutup registrasi reseller sebab keterbatasan stok dari produknya. “Jawhara Syari sudah dua tahun terakhir ini kita sudah menutup registrasi reseller. Karena dikala ini saja kita sudah kewalahan dengan sekitar 70 reseller yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Cynthia dan suaminya, Ukie Mahendra pastinya merasa sangat bersyukur Jawhara Syari sekarang begitu terkenal dan dicari pembeli. Dulu dikala gres mendirikan merk asal Jakarta ini padahal omset mereka hanya puluhan juta per bulan. Namun sekarang mereka dapat mendapat omset hingga belasan atau bahkan puluhan miliar.

Wanita yang bersahabat disapa Bubun oleh pelanggan Jawhara Syari itu juga mengungkapkan pembeli busana muslimnya semakin banyak tiba dari banyak sekali kota di Indonesia. Dan setiap ia merilis koleksi busana baru, antusiasme mereka selalu tinggi.

“Antusiasnya luar biasa manis ya. Apalagi kita punya pelanggan dari banyak sekali kawasan dan karakter. Jadinya saya sempat amaze, pelanggan yang ada di Jakarta dan Bandung itu beda dengan luar Jabodetabek, mungkin jika orang luar kawasan mereka jauh dan dikala kita mengadakan fashion show apalagi di daerah, euforianya luar biasa koleksinya pribadi sold out, ricuhnya minta ampun,” ucap ibu dari enam orang anak ini. Cynthia menambahkan kawasan yang paling besar peminatnya terhadap koleksinya berada di Jawa timur dan Kalimantan.

Cerita Hijabers Milenial Pendiri Jawhara Syari yang Koleksinya Kaprikornus RebutanJumpa pers Jawhara Syari Goes to Amsterdam Modest Fashion Week. Foto: Gresnia Arela/Wolipop


Jawhara Syari sendiri melabeli diri mereka sebagai merk busana high medium dan premium. Jika dulu dikala gres berdiri, busana muslim syari dari Jawhara dijual mulai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta, sekarang harganya menjadi Rp 1,5 hingga 2,5 juta. Busana syari karya Jawhara Syari dijual dengan harga jutaan sebab diklaim Cynthia memakai materi baku dari luar negeri.

“Harganya tidak dapat bohong, sebab kita membeli materi baku dari luar pun tidak murah. Jadinya kita mau tekan harganya pun tidak bisa, sebab cost of productionnya juga tinggi,” katanya.

Cynthia mengklaim sebab harga koleksinya yang tidak murah, pembelinya hingga ada yang rela menabung. “Apa yang akan dikeluarkan Jawhara Syari memang ditunggu-tunggu sama mereka. Kayak misalkan kita mau fashion show, mereka sudah saving money, untuk membelikan baju yang akan kita keluarin,” pungkas perempuan yang juga mulai merambah bisnis kosmetik itu.

Cerita Hijabers Milenial Pendiri Jawhara Syari yang Koleksinya Kaprikornus RebutanCynthia Mahendra. Foto: Gresnia Arela/Wolipop

Simak Video “Sudut Pandang Sebentar Lagi: Pengakuan Cross Hijaber
[Gambas:Video 20detik]