Cerita Perempuan Rusia Yang Mendirikan Sekolah Batik Di Moskow

Merayakan Sang Guru dan Maestro Batik di Koleksi Terbaru Iwan Tirta

Jakarta – Wanita Rusia ini mendirikan Sekolah Batik Moskow semenjak empat tahun lalu. Bertemu dengan Dubes RI untuk Rusia, perempuan berjulukan Nadezhda Ulumbekova itu menceritakan soal sekolah batiknya dan kecintaannya pada batik Indonesia.

Sekolah batik didirikan Nadezha ketika ia mencar ilmu di Sekolah Seni di Moskow. Di sekolahnya, ia mengajarkan murid-muridnya secara online semenjak 2015. Murid-muridnya tidak hanya dari Rusia, tetapi juga orang Rusia yang tinggal di banyak sekali negara, ibarat Prancis, Jepang, Kanada, Italia, dan Lithuania. Nadezhda juga aktif memperkenalkan dan berkomunikasi dengan publik mengenai batik karyanya melalui banyak sekali media umum yang pengikutnya cukup banyak. Karya seni batik yang dibentuk terutama untuk dekorasi, lukisan kain, pakaian dan barang-barang interior.

Dalam pertemuan dengan Duta Besar RI untuk Rusia merangkap Belarus, M. Wahid Supriyadi, pada 30 Oktober 2019 Nadezhda mengungkapkan kekagumannya pada batik, khususya batik dari Indonesia yang pengerjaannya sangat rumit. Menurut Nadezhda, batik Indonesia sangat manis dan menarik dengan aneka ragam corak.

Cerita Wanita Rusia yang Mendirikan Sekolah Batik di MoskowFoto: Dok. KBRI Moskow

Ketertarikan Nadezhda terhadap batik Indonesia semakin besar sehabis ia mengikuti workshop batik yang diselenggarakan selama Festival Indonesia di Moskow. Pada Festival Indonesia keempat awal Agustus kemarin ia diberi kesempatan untuk berpartisiasi.

“Dengan mengetahui batik Indonesia aku sanggup menambah wawasan dan membuatkan pengetahuan kepada murid-murid aku wacana batik,” kata Nadezhda yang semenjak kecil mempelajari dan menggemari seni lukis.

Nadezhda menuturkan bahwa batik di Rusia berbeda dengan batik Indonesia yang pembuatannya masih tradisional dengan canting dan dipakai sebagai busana keseharian. Sedangkan batik di Rusia ialah salah satu anutan dalam seni yang mempunyai banyak penggemar.

“Kami memakai teknik cold batik, yaitu dengan cara melukis pribadi pada materi atau kain,” ujar Nadezhda sambil menawarkan karya-karya seni batiknya kepada Dubes Wahid.

Setelah Nadezhda menjelaskan soal batik Rusia, giliran Dubes Wahid bertutur soal batik Indonesia. Dubes Wahid menyampaikan batik Indonesia mempunyai keanearagaman motif. Batik tersebar di seluruh tempat Indonesia dengan beraneka ragam jenisnya ibarat batik tulis, batik cap, dan batik cetak (printing).

“Kita sanggup lihat batik dari titik-titik lukisannya ibarat ini,” kata Dubes Wahid kepada Nadezhda sambil mengambarkan jaket batik kreasi salah satu desainer Indonesia, Ferry Sunarto, yang dikenakannya.

Dubes Wahid pun berharap Nadezhda sanggup turut lebih memperkenalkan batik Indonesia di Rusia yang ketika ini sudah mulai dikenal. Ditambah dengan penyelenggaraan Festival Indonesia di Moskow keempat kalinya yang semakin berdampak besar pada promosi batik Indonesia di Rusia.

“Diharapkan batik Indonesia semakin diminati di Rusia, baik untuk aksesori, seni, atau hiasan interior, termasuk pakaian. Diharapkan juga ke depan terdapat butik-butik batik di Rusia,” tutup Dubes Wahid.

Simak Video “Cara Kece Manfaatkan Limbah Kain Batik
[Gambas:Video 20detik]