Chevrolet, Satu Lagi Merek Amerika Yang Kalah Saing Di Indonesia

Foto: Ari SaputraFoto: Ari Saputra

Jakarta – Mobil-mobil berlabel Amerika menghiasi jalanan di Indonesia. Tercatat ada beberapa merek yang pernah ngebul mencicipi manisnya penjualan kendaraan beroda empat di Indonesia.

Dalam data distribusi wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merek-merek kendaraan beroda empat Amerika mulai dari Chrysler, Ford, dan Chevrolet pernah mengisi jalanan di Tanah Air.


Perlahan merek-merek Amerika tersebut hengkang dari Indonesia. Kali ini Chevrolet yang mengumumkan bakal menghentikan penjualan di RI pada selesai Maret 2020.

Secara penjualan, Chevrolet terlihat bisa bersaing dengan kendaraan beroda empat Jepang. Namun memang tren-nya cenderung menurun. Jika sepanjang 11 bulan tahun 2017, Chevrolet mendistribusikan 3.219 unit mobilnya ke diler-diler, tahun depannya justru merosot.

Januari sampai November 2018 penjualan secara wholesales Chevrolet gres menyentuh angka 2.210 unit. Jika melihat tren penjualan Chevrolet setiap bulannya yang rata-rata 200 unit per bulan rasanya sulit untuk bisa mencapai raihan yang sama dengan tahun lalu.


Sementara itu tahun 2019 sepertinya juga tak akan memperlihatkan kabar baik. Dalam 9 bulan data berjalan yang diunggah Gaikindo, catatan Wholesale Chevrolet sampai Oktober gres menyentuh angka 970 unit.

Pihak GM Indonesia pun enggan berkomentar lebih banyak dikala disinggung tentang mengenai daya saing Chevrolet di pasar otomotif Indonesia. Seperti yang diketahui GM di Indonesia dikala ini hanya menjual kendaraan bermerek Chevrolet. Berdasarkan situs resmi chevrolet.co.id ada empat model yang ditawarkan ialah hatchback Spark, crossover Trax, SUV Trailblazer, dan pikap Colorado.

“Saya hanya bisa menyampaikan bahwa kita berencana memang menghentikan penjualan kendaraan beroda empat gres di Maret tahun depan,” ujar Public Relations and External Affairs Director General Motors Indonesia Yuniadi H. Hartono dikala dikonfirmasi detikcom, Senin (28/10/2019).


President GM Asia Tenggara Hector Villareal menyatakan bahwa keputusan ini diambil sehabis melalui serangkaian pertimbangan yang menyeluruh dari aneka macam planning bisnis yang memungkinkan bagi GM Indonesia di masa yang akan datang.

“Secara global, GM telah mengambil langkah-langkah yang sulit untuk memfokuskan aset dan sumber daya yang dimilikinya. Keputusan yang sulit ini konsisten dengan taktik global GM untuk tetap berfokus pada pasar yang mempunyai jalur yang terang untuk mencapai laba yang berkesinambungan,” terang Hector dalam siaran pers yang diterima detikcom, Senin (28/20/2019).

“Di Indonesia, kami tidak mempunyai segmen pasar otomotif yang sanggup memperlihatkan laba berkesinambungan. Faktor-faktor ini juga menciptakan kegiatan-kegiatan operasional kami menjadi semakin terpengaruh oleh faktor-faktor yang lebih luas di Indonesia, ibarat pelemahan harga komoditas dan tekanan mata uang asing,” sambungnya.

Chevrolet, Satu Lagi Merek Amerika yang Kalah Saing di Indonesia