Chevrolet Tak Jualan Lagi, Rugi Diler Atau Apm?

Chevrolet Trax Foto: Rizki Pratama/detikOtoChevrolet Trax Foto: Rizki Pratama/detikOto

Jakarta – Berhentinya General Motors menjual mobi Chevrolet di Indonesia berkaitan dengan segala bisnis pendukungnya. Salah satu bisnis yang cukup krusial dalam kinerja itu tentu diler.

Penutupan penjualan itu pun juga diiringi dengan cuilan harga untuk menghabiskan persediaan unit yang telah diimpor General Motors. General Motors sendiri selaku APM menunjukkan subsidi atas cuilan harga, jadi tidak ditanggung oleh dilernya.

“Untuk (diskon basuh gudang) itu ada subsidi dari GM, memang ia tau lah untuk menyambung hidup. Antusias masyarakat juga naik,” kata Branch Manager Chevrolet Andalan, Damianus Darto di dilernya di Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Bengkel ChevroletBengkel Chevrolet Foto: Rizki Pratama/detikOto

Lebih lanjut, Darto menjelaskan bagaiamana hubungan antara Chevrolet dan dilernya. Meski terikat alasannya yakni bisnis, hubungan kedua pihak perlu saling pengertian satu sama lain dalam kondisi apapun.

“Kalau kita bilang sih bergotong-royong diler sama ATPM kaya hubungan suami istri. Kita ngerti kondisi di sana ibarat apa. Kita pun pas lagi masa baik kita terima, masa jelek sama kita jalani,” ujar Darto.

Berbicara mengenai laba bisnis pun bergotong-royong penutupan penjualan ini tak serta merta mengakhiri perputaran uang General Motors bersama dilernya. Seperti diketahui General Motors menunjuk sejumlah diler untuk terus menunjukkan layanan purna jual. Bisnis ini pun dinilai masih cukup menguntungkan.

“Di manapun service dan suku cadang itu baik di diler maupun General Motors yakni bisnis yang menguntungkan asal dikelola dengan baik. Selama populasi kendaraan beroda empat masih ada, itu yakni bisnis yang menguntungkan,” pungkasnya.

Simak Video “Chevrolet Pamit dari Indonesia, Bagaimana Nasib Penggunanya?
[Gambas:Video 20detik]