Dari Kain Tradisional, Lekat Di Hati Rambah Ranah Ritel

Uniqlo x Marimekko Usung Tradisi Musim Dingin Finlandia di Koleksi Terbatas

Jakarta – Tren kerja sama tengah menjadi fenomena di industri mode dunia, tanpa terkecuali Indonesia. Ketimbang berkompetisi, lebih baik saling bersinergi. Seperti kerja sama yang terjalin antara dua label fashion Lekat di Hati dan Salt N Pepper.

Sebenarnya, latar belakang kedua label tersebut saling bertolak belakang. Salt N Pepper yang sudah eksis semenjak 2002 fokus di ranah ritel dengan koleksi pakaian laki-laki bergaya kasual dan formal.

Dari Kain Tradisional, Lekat di Hati Rambah Ranah Ritel(Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)

Sementara Lekat yang terbilang masih muda mengatakan busana kekinian berbahan kain tradisional yang ramah lingkungan bagi kaum urban. Kendati begitu, label yang didirikan pada 2013 ini sudah terbilang mapan alasannya ialah familiar di kalangan selebriti dan fashionista kelas atas. Bahkan, Lekat juga pernah mempresentasikan koleksinya di London Fashion Week dua tahun lalu.

Perbedaan itulah yang justru memotivasi kedua label tersebut untuk berkolaborasi. Baik Lekat maupun Salt N Pepper, gres pertama kali ini melaksanakan kerja sama dengan merek lain.

Bagi Amanda Indah Lestari, desainer sekaligus pendiri Lekat, kemitraan ini menjadi momentum untuk mengenal lebih dalam seluk-beluk dunia ritel. “Memang ada harapan untuk mencoba berekspansi ke ritel. Kaprikornus ini dikala yang sempurna untuk belajar,” ungkap Mandy, begitu sapaan akrabnya, dikala peluncuran koleksi tersebut di daerah Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (19/9/2019).

Dari Kain Tradisional, Lekat di Hati Rambah Ranah RitelFoto: Daniel Ngantung/Wolipop

Ajakan berkolaborasi, kata Mandy, awalnya tiba dari PT Pan Brothers, perusahaan yang menaungi Salt N Pepper. Eugene Budiman selaku perwakilan Salt N Pepper berharap, kerja sama ini sanggup menjangkau pasar gres yang belum terjamah oleh merek tersebut sebelumnya.

“Melihat belakangan ini ada tren yang lebih hype, kami mencoba meng-capture pasar yang lebih high-fashion. Sebetulnya market ini sangat segmented, jadi nggak mungkin jikalau digarap sendiri. Jadilah kami kolaborasi,” kata Eugene.

Lekat juga digandeng Pan Brothers untuk berkolaborasi dengan mereknya yang lain, yakni Zoe. Baru eksis pada 2014, Zoe mempunyai ciri khas busana wanita yang multifungsi dalam penggalan yang chic.

Dari kerja sama ini, lahir koleksi busana laki-laki bergaya street-style dalam pilihan warna navy dan hijau army untuk Salt N Pepper. Sementara Chloe muncul dengan pilihan busana bergaya feminin dengan sentuhan etnik khas Lekat. Harganya mulai dari Rp 400 ribuan.

“Kolaborasi dengan perusahaan yang sudah mapan, mungkin mindset-nya masih agak old-school. Kaprikornus pendekatannya harus pelan-pelan,” kata Mandy dikala ditanya perihal tantangan di proyek kerja sama pertamanya ini.

Filosofi Lekat sebagai merek busana yang ‘eco-ethical’ masih tetap terakomodasi di sini lewat pilihan material menyerupai katun. Dari segi desain, gaya Lekat masih terasa dengan kehadiran permainan patchwork walau hanya sebagai aksen. Motif-motif yang terinspirasi dari kain tradisional juga sesekali muncul meski hasil cetakan (printed).

Simak Video “Melihat Detail Sneakers Kolaborasi Dior dan Air Jordan
[Gambas:Video 20detik]