Desainer Hijab Indonesia Kami Kembali Tampil Di Korea

Pertama di Indonesia, Ada Vending Machine untuk Hijab

Jakarta – Satu persatu, desainer modest Indonesia mulai dikenal dunia. Setelah Vivi Zubedi memamerkan koleksinya di New York Fashion Week 2018 lalu, sekarang giliran label modest fashion KAMI menyapa Korea Selatan.

KAMI yang digawangi tiga perempuan cantik; Istafiana Candarini, Nadya Karina, dan Afina Candarini akan memamerkan koleksi terbarunya di Seoul Fashion KODE 2018. Perhelatan tersebut akan dilaksanakan pada 15-17 Maret 2018 bertempat di S-Factory, Seoul, Korea Selatan.

Bukan pertama kalinya desainer Indonesia melenggang di program itu. Sudah tiga tahun kerjasama terjalin antara Indonesia Fashion Forward dan Korea Creative Agency.

“Setiap tahunnya, desainer Korea tampil di Jakarta Fashion Week. Ini pun tahun ketiga desainer Indonesia tampil di Seoul Fashion KODE Korea,” ungkap Lenni Tedja sebagai Direktur Jakarta Fashion Week pada program press conference di Fashionlink, Senayan City, Jakarta.

Baca Juga: Go International, Brand Busana Muslim NurZahra Disukai di Jepang

Tahun ini Indonesia diwakili oleh KAMI dan Bateeq. Masing-masing brand akan memamerkan 15 look.

Desainer Hijab Indonesia 'KAMI' Kembali Tampil di KoreaFoto: Silmia Putri

Sesuai DNA desainnya, Bateeq akan kembali mengenalkan motif batik khas Indonesia ke pasar Korea. Bateeq pun akan membawa busana dengan kain ramah lingkungan. Sebagian kainnya terbuat dari bambu.

Sementara KAMI akan membawa tema ‘The Lazy Sunday Morning’ di panggung tersebut. Para desainer KAMI terinspirasi dari busana ‘rumah’ yang nyaman dikenakan.

Mereka pun mengaku antusias menyambut pergelaran ini. “Ini pertama kalinya kami show di Asia Timur, kita excited sekaligus ingin tau pasarnya di mana bagaimana. Kita pengennya tidak hanya fashion show saja, tapi benar benar berlanjut dapat berjualan di sana, ibarat yang kami lakukan di Malaysia,” ungkap Nadya Karina.

Bahan-bahan yang diangkat dalam koleksinya kali ini cukup kompleks, mulai dari organza, knit wear, sampai kaos. KAMI akan memulas kainnya dengan motif marble atau marmer yang kekinian.

Baca Juga: Kendala Desainer Go International: Anggapan Brand Indonesia Pasti Jelek

Berbicara wacana modest fashion, KAMI memprediksi jenis busana ini mulai diterima oleh pasar Korea. Semakin banyak perempuan berhijab di sana.

Hal ini diamini oleh Lenni Tadja. “Pihak agensi Korea mengaku bila pasar modest fashion ini masih baru, tapi sangat potensial. Untuk itu, mereka sangat antusias.”

Namun, KAMI sendiri belum memutuskan apakah penampilan para model akan full mengenakan hijab atau tidak. Bagi KAMI, modest wear yang ia bawa gotong royong lebih luas dan dapat dikenakan siapa saja.