Desainer Irna Mutiara Ungkap Kesalahan Pengertian Materi Voile

Hijabers Halima Aden Memulai 2020 dengan Kembali Mengukir Sejarah

Jakarta – Hijab berbahan voile sekarang sedang digandrungi para hijabers. Tekstur kain yang lembut, ringan, dan adem banyak dipilih hijabers untuk pemakaian hijab sehari-hari. Mulai dari desainer ternama sampai online shop berbondong-bondong menjual hijab voile ini.

Sayangnya para penjual di online shop kerap salah menyebut nama kain voile ini. Voile memang salah satu jenis katun. Namun, pattern scarf yang banyak dijual di pasaran kebanyakan memakai voile polyester atau plastik. Kain tersebut tidak mengandung katun voile sama sekali. Hal ini diungkapkan oleh desainer busana muslim Irna Mutiara kepada Wolipop pada hari Minggu (15/08/2018) via telepon.

Baca Juga: Berawal dari Door to Door, Irna Mutiara Kini Punya 30 Butik Hingga ke Malaysia

Tonton juga video: ‘Desainer Ini Buktikan Aksi Teror Tak Pengaruhi Penjualan Cadar’

Koleksi Irna Mutiara. Koleksi Irna Mutiara. (Foto: Mohammad Abduh/Wolipop)

“Kebanyakan pattern scarf bukan hasil digital printing, tapi hasil sublim. Dalam prosesnya, motif di-print ke kertas transfer, kemudian direkatkan ke kain kemudian di-press dengan suhu tertentu sehingga menempel. Tapi, proses penyubliman tidak dapat dilakukan di atas kain katun voile. Makara kebanyakan hijab voile motif yang beredar di pasaran itu memakai polyester,” terperinci desainer label ‘Irna La Perle’ ini.

Polyster dapat dibuat mirip bermacam-macam jenis kain, salah satunya kain voile. Seharusnya para penjual menyebut materi hijab tersebut dengan nama ‘voile polyester’ atau ‘voile’ saja.

Namun, bukan berarti voile yang dijual palsu. Pemakaian kain voile polyster juga mempunyai banyak level, tergantung kualitas yang ditawarkan setiap pabrik. Hal ini pula yang menciptakan harga voile polyster cenderung beragam.

Baca Juga: Irna Mutiara Ungkap Prediksi Tren Busana Muslim 2019

Salah satu rancangan Irna Mutiara.Salah satu rancangan Irna Mutiara. (Foto: Mohammad Abduh/Wolipop)

“Kalau kain 100% katun itu cenderung lebih gampang kusut dan susah dibentuk. Jadi, banyak yang lebih suka polyster, ” tutur Irna.

Pemilihan katun voile atau polyster voile bergantung pada selera masing-masing. Tidak ada hukum yang menyebut katun lebih baik daripada polyster. Namun, penyebutan kain katun voile dan voile polyster harus tetap diluruskan.

Desainer Irna Mutiara Ungkap Kesalahan Pengertian Bahan Voile