Di Balik Nama Motor Jawa Perak, Bukan Dari Indonesia

Foto: Pool (visordown)Foto: Pool (visordown)

Jakarta – Merek Jawa belum usang ini meluncurkan produk gres di pasar India. Jawa Perak, menjadi motor bergaya bobber yang dilepas ke pasaran dengan harga 1,94 lakh atau sekitar Rp 38 jutaan.

Motor Jawa Perak tersebut dibekali dibekali mesin empat-tak, DOHC, satu silinder berkapasitas 334 cc dengan knalpot ganda.

Jawa Perak terdengar dekat di pendengaran orang Indonesia. Namun ternyata merek tersebut tidak mempunyai kedekatan atau latar belakang sedikit pun dengan pulau Jawa, Indonesia.

Mengutip dari laman Jawa Motorcycle, pendirinya Frantisek Janecek yang mengakuisisi salah satu pabrikan sepeda motor asal Jerman, Wanderer di tahun 1929. Jawa merupakan abreviasi dari Janecek dan Wanderer.

Pabrikan motor asal Ceko ini mengusung gaya motor yang berdesain klasik retro menyerupai roda dua yang dipakai zaman perang dunia.

Sang pendiri Jawa, Frantisek Janecek merupakan insinyur mesin. Selama perang dunia pertama, beliau menciptakan sejumlah desain dan mematenkan 60 penemuan senjata, salah satunya granat tangan yang lalu menjadi standar bala tentara Ceko. Motor pertama yang diproduksinya yaitu Jawa 500 OHV.