Ditegur Walikota Kyoto, Kim Kardashian Batal Pakai Kimono Untuk Merek Baju

Kim Kardashian Jual Plester Payudara Rp 400 Ribuan, Dihujat Tapi Sold Out

Jakarta – Kim Kardashian jadinya membatalkan niatnya menggunakan nama Kimono sebagai merek lini busananya termasuk underwear. Pembatalan itu dilakukannya sehabis walikota Kyoto mengirimkan surat untuknya.

Kim mengumumkan dirinya batal menggunakan nama Kimono sebagai lini pakaian dalamnya pada Senin (1/7/2019) malam. Melalui Instagram, istri Kanye West tersebut memberikan alasan kenapa jadinya beliau membatalkan label Kimono.

“Being an entrepreneur and my own boss has been one of the most rewarding challenges I’ve been blessed with in my life. What’s made it possible for me after all of these years has been the direct line of communication with my fans and the public. I am always listening, learning and growing – I so appreciate the passion and varied perspectives that people bring to me,” tulis Kim.

[Gambas:Instagram]

Dalam tulisannya itu Kim mengungkapkan bahwa sebagai pengusaha dirinya selalu berusaha mendengarkan dan berguru dari aneka macam pihak. Dan beliau pun merasa bahagia sebab selama berbisnis dapat eksklusif berkomunikasi dengan penggemarnya serta publik. Oleh sebab itu beliau sangat menghargai perspektif berbeda yang disampaikan orang-orang padanya.

“When I announced the name of my shapewear line, I did so with the best intentions in mind. My brands and products are built with inclusivity and diversity at their core and after careful thought and consideration, I will be launching my Solutionwear merk under a new name. I will be in touch soon. Thank you for your understanding and support always,” tulis Kim lagi.

Kakak Kylie dan Kendall Jenner itu memberikan lagi bahwa dikala beliau mengumumkan akan meluncurkan lini busana baru, dirinya mempunyai tujuan baik. Namun dengan aneka macam pertimbangan, terutama sehabis banyak kritik terhadap rencananya memberi nama Kimono pada label busananya, beliau akan merilis merk Solutionwear dengan merek baru.

Sebelumnya, menyerupai dilansir BET, Wali Kota Kyoto Daisaku Kadokawa melayangkan surat resmi, meminta Kim Kardashian membatalkan pengajuan merek dagang dengan nama ‘kimono’. “Kimono ialah baju etnik tradisional yang menjadi belahan dari kekayaan serta sejarah nenek moyang, dan merupakan budaya yang kami cintai dan telah diwariskan dengan seksama dalam kehidupan kami,” tulis Daisaku.

Menurutnya nama ‘Kimono’ ialah sebuah aset yang sudah dikenal banyak orang. Tidak hanya oleh rakyat Jepang tapi juga masyarakat internasional. “Maka dari itu Kimono seharusnya dihentikan dimonopoli,” lanjutnya.

Dalam selesai dari surat tersebut, Daisaku turut mengundang Kim Kardashian tiba ke Kyoto untuk mencicipi eksklusif budaya berkimono. Dengan impian beliau dapat memahami lebih dalam salah satu nilai sejarah Kyoto yang sangat berharga dan dapat mempertimbangkan lagi pemilihan nama merk tersebut.

Simak Video “Ada-ada Saja! Kim Kardashian Gunting Rambut di Parkiran Mobil
[Gambas:Video 20detik]