Ditentukan Customer, Leasing Tidak Ikut Urus Harga Kendaraan Beroda Empat Over Kredit

Foto: ShutterstockFoto: Shutterstock

Jakarta – Pelibatan pihak leasing menjadi salah satu cara yang kondusif bagi pihak penjual dan pembeli yang ingin melaksanakan over kredit mobil. Meski demikian, ada juga batasan-batasan wewenang dari pihak leasing.

Dijelaskan oleh Direktur Mandiri Tunas Finance (MTF) Harjanto Tjitohardjojo, pihak leasing hanya mempunyai wewenang untuk mengurus pengalihan administrasi, dan tanggung jawab dari penjual ke akseptor over kredit. Sementara penentuan harga beli kendaraan beroda empat over kredit dari konsumen usang ke konsumen gres tidak menjadi urusan pihak leasing.

“Customer usang yang menunjukkan ke customer gres utk over kontrak. Soal perjanjian harga beli, dan lain- lain di tangan customer. Makara leasing hanya membantu over kredit resmi, dan tidak ikut dalam memilih jual beli (mobil over kredit tersebut),” terang Harjanto, dihubungi detikcom, Senin (16/12/2019).

Jadi, berdasarkan Harjanto, hitung-hitungan soal harga beli tersebut ada di tangan customer. “Leasing tidak ikut kesepakatan. Tapi yang jelas, customer gres harus dapat cicil hingga dengan akibat masa angsuran,” katanya lagi.

Lalu menyerupai apa sih hitung-hitungan harga yang harus dibayar konsumen gres ke konsumen usang dalam konsep over kredit kendaraan beroda empat ini?

“Jadi untuk hitung-hitungan uang pengganti penjual, simulasinya: harga kendaraan kini – (sisa angsuran termasuk bunga + denda keterlambatan),” terang Harjanto.

“Sementara beban dari pembeli: uang pengganti penjual + sisa angsuran + denda keterlambatan + biaya take over + biaya Asuransi,” katanya lagi.

Namun sebagai catatan, denda keterlambatan dapat dibebankan ke penjual. “Jadi uang yang disetorkan pembeli ke penjual adalah: uang pengganti dikurangi denda keterlambatan,” pungkasnya.

Simak Video “Sporty! Ini Tampilan Suzuki New Baleno Dengan 6 Fitur Baru
[Gambas:Video 20detik]