Gaikindo Sayangkan Bbn Dinaikkan Di Simpulan Tahun

GIIAS 2019. Foto: Dok. Seven EventsGIIAS 2019. Foto: Dok. Seven Events

Jakarta – Di tengah lesunya pasar otomotif RI di tahun 2019 pemerintah DKI menerbitkan bagan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) gres yang semula 10% sekarang menjadi 12,5%. Sedikit banyaknya tentu hal ini semakin memberatkan para pelaku industri otomotif meyakinkan konsumen membeli kendaraan.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pun menganggap waktu penerapan kebijakan gres ini kurang tepat. Belum lagi bahwa DKI merupakan lumbung besar bagi penjualan kendaraan di Indonesia.

“Kalau kita lihat DKI memang kontributor penjualan terbesar. Kebetulan ketika ini lagi penjualan agak surut tahun ini alasannya ialah agenda politik, nggak ngerti kenapa di simpulan tahun,” kata Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi ketika dihubungi detikcom, Selasa (12/11/2019).

Ia menyayangkan mengapa tarif BBN-KB dinaikkan pada simpulan tahun, padahal simpulan tahun merupakan momen para pelaku bisnis otomotif untuk bangun dari beratnya semester awal akhir pesta politik.

“Intinya Gaikindo memandang kebijakan pemerintah setempat itu kita niscaya ikuti, cuma ada beberapa concern kenapa gres simpulan tahun. Biasanya berharap simpulan tahun dapat naik sesudah agenda politik yang berat dan pas juga otomotif lagi turun,” ungkapnya.

Simak Video “Membeludak! Dibuka Perdana, GIIAS 2019 Diserbu Pengunjung
[Gambas:Video 20detik]