Gara-Gara Viral, Cross Hijaber Ini Buang Baju Takut Diinvestigasi

Tanggapan Kekasih Pria Cross Hijaber, Awalnya Kaget Tapi Bisa Terima

Jakarta – Fenomena cross hijaber, laki-laki yang mengenakan hijab jadi perbincangan di media umum belakangan ini. Keviralan agresi lintas busana tersebut dianggap meresahkan alasannya pelaku masuk ke ruang khusus perempuan dan tempat ibadah.

Aksi para cross hijaber ini pun dikecam sebagai salah satu bentuk penyimpangan bahkan menjelekkan agama. Sejak viral, banyak cross hijaber di Indonesia yang menentukan untuk menutup diri hingga menghapus akun media sosialnya.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu cross hijaber berjulukan Dini. Pria yang mulai berpakaian tak sesuai gendernya semenjak 2010 ini menceritakan bahwa teman-temannya yang tergabung dalam komunitas cross hijaber mengganti nama akun media umum mereka.


Gara-gara Viral, Cross Hijaber Ini Buang Baju Takut DiinvestigasiFoto: dok. 20Detik


“Kebanyakan crossdresser lain itu mereka tutup akun. mereka ganti nama. Mereka stop crossdressing. Akunnya di private, akunnya dihapus. Semua sosmed mereka berusaha menghindar. Pasti kini mereka sudah susah banget ditemuinnya,” ujar Dini dikala diwawancari Wolipop di sekitar tempat Tendean, Jakarta Selatan, belum usang ini.

Dampak viralnya fenomena cross hijaber ini juga dialami oleh Dini. Ia mengaku telah membuang sebagian besar busana perempuan yang dimilikinya.

“Sebelum viral itu koleksi pakaian saya banyak ya ada puluhan,sekitar 30 hingga 50 lebih. Nah semenjak viral kemarin ini sudah banyak yang dibuang-buangin, alasannya kita kan takutnya ada pemeriksaan atau apa, jadi cuma sisa empat atau lima,” terangnya.

Meski begitu, laki-laki berusia 27 tahun ini mengaku tidak ada niat untuk berhenti menjadi cross hijaber. Dini pun meminta supaya masyarakat tak menghakimi aksinya, alasannya ia bukanlah cross hijaber yang melanggar aturan hingga merugikan orang lain.

Gara-gara Viral, Cross Hijaber Ini Buang Baju Takut DiinvestigasiFoto: dok. 20Detik


“Kita maunya nggak ingin diakui, kita nggak ingin terkenal. Kita maunya yang aman-aman aja, yang santai-santai aja, orang biasa aja, nggak usah mikirin yang macem-macem, dan untuk penegak aturan dan lain-lain yang katanya mau menghakimi crossdresser, tolong jangan digeneralisasikan menyerupai itu,” ujar Dini.

“Jadi cukuplah keviralan ini diselesaikan jangan yang negatif semua dibahas. Seperti ada yang maling, itu terjadi sesudah crossdresser yang viral ini. Kaprikornus mereka memanfaatkan crossdresser buat melaksanakan yang tidak diinginkan ini menyerupai maling, berbuat asusila dan segala macam. Itu bab dari modus yang sesudah viral ini. Kedok mereka untuk melaksanakan sesuatu yang kurang baik,” imbuhnya.


Pria yang berasal dari Depok, Jawa Barat ini pun menekankan bahwa tidak semua pelaku lintas busana ini berbuat buruk. Dini juga sangat menyayangkan jikalau cross hijaber yang viral ini yaitu agresi negatif yang dilakukan oleh oknum tertentu yang mengatasnamakan kecintaannya pada cara berbusana yang berbeda .

“Kalau memang kurang baik kita dari dulu sudah viral dong. 2013 kita aman-aman aja. Kenapa gres kini dipermasalahkan alasannya ada keviralan yang berdasarkan orang negatif. Kaprikornus itu sumber utamanya keviralan ini. Padahal gotong royong dari dulu kita membaur sama orang-orang dan nggak hingga melaksanakan acara yang tidak diinginkan,” kata Dini.

Simak Video “Sebuah Pengakuan Seorang Cross Hijaber
[Gambas:Video 20detik]