Harga Kendaraan Beroda Empat Hybrid Turun 2 Tahun Lagi, Konsumen Tunda Pembelian?

Mobil Hybrid Toyota. Foto: M Luthfi AndikaMobil Hybrid Toyota. Foto: M Luthfi Andika

JakartaMobil hybrid dipastikan menjadi kendaraan listrik yang akan menerima insentif dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 20I9 ihwal Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah.

Untuk kendaraan beroda empat Full Hybrid dikenakan PPnBM sekitar 15%. Tapi untuk kendaraan beroda empat jenis Plug-in Hybrid, pajaknya 15% dengan Dasar Pengenaan Pajak sebesar 0% dari harga jual. Artinya, mobil Plug-in Hybrid akan menerima pajak 0%.

Aturan PPnBM gres itu berlaku 2 tahun lagi, tepatnya pada Oktober 2021 mendatang. Jika skemanya ibarat itu, harga kendaraan beroda empat Plug-in Hybrid yang ada dikala ini kemungkinan besar akan turun sehabis hukum itu diterapkan.

Apakah artinya calon konsumen kendaraan beroda empat hybrid akan menunda pembelian hingga harga kendaraan beroda empat hybrid, khususnya Plug-in Hybrid turun?

“Kalau ditilik dari outstanding (pemesanan kendaraan beroda empat hybrid) yang kami miliki, belum ya,” kata Koordinator Auto2000 Wilayah DKI 1, Riki Rusdiono, di Jakarta, belum usang ini.

Menurut Riki, tren konsumen kendaraan beroda empat Indonesia selama ini cenderung akan menentukan tipe tertinggi dikala memutuskan membeli mobil, tanpa peduli harganya.

“Karena cenderung pada dikala launching kendaraan beroda empat baru, itu relatif, kendaraan beroda empat grade paling tinggi yang paling banyak pesanannya. Kebetulan paling tinggi hybrid (jadi kendaraan beroda empat ini juga cukup banyak dipesan),” terang Riki.

Riki pun menyambut faktual adanya hukum gres PPnBM tersebut yang menghitung besaran pajak menurut emisi gas buang dan efisiensi materi bakar. “Harapannya sehabis dua tahun, sanggup terjadi penurunan harga, harapannya sanggup dongkrak lagi penjualan hybrid kita,” kata Riki.

Sejauh ini, respons konsumen terhadap kendaraan beroda empat hybrid sendiri cukup baik. Khusus untuk diler Auto2000, bahkan masih ada ratusan kendaraan beroda empat hybrid yang belum didistribusikan ke konsumen.

“Kalau total outstanding (utang pemesanan kendaraan beroda empat yang belum dikirim), yang harus kita penuhi ada 187 unit nasional, khusus (diler) Auto 2000 saja. Semua tipe hybrid, Camry, C-HR, Corolla Altis, Alphard,” kata Riki.

Dikatakan Riki, ada beberapa model yang cukup banyak dipesan dan belum didistribusikan. “Camry hybrid ada 50 unit, Corolla Altis hybrid 15 unit, serta C-HR 40 unit untuk yang hybrid. Itu yang belum ter-delivery,” pungkasnya.

Simak Video “Review BMW X5 xDrive40e M Sport: SAV Bermotor Elektrik
[Gambas:Video 20detik]