Harga Kendaraan Beroda Empat Hybrid Turun, Diler Dapat Jual Lebih Banyak

Foto: dok. ToyotaFoto: dok. Toyota

Jakarta – Harga mobil hybrid kemungkinan besar akan turun dua tahun lagi, seiring terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) No. 73 tahun 2019 wacana Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan Atas Barang Mewah. Aturan tersebut akan memberi insentif untuk kendaraan beroda empat listrik jenis hybrid.

Aturan ini pun disambut baik oleh diler Auto2000 yang menjual beberapa produk mobil hybrid Toyota. “Kami berharap kebijakan pemerintah ini akan membantu menekan harga (mobil hybrid). Kalau kami dari diler, berharap harga kendaraan beroda empat hybrid dapat terjangkau semoga kami juga dapat jual sebanyak-banyaknya,” kata Koordinator Auto2000 Wilayah DKI 1, Riki Rusdiono, di Jakarta, belum usang ini.

Menurut Riki, selama ini harga mobil hybrid mahal sebab hukum PPnBM yang usang menganggap mobil hybrid punya dua mesin. “Jadi dulu pengenaan pajak hybrid ini seakan-akan dua, ada mesin bakar ada mesin hybrid-nya, sehingga ada pengenaan pajak yang sedemikian tinggi,” jelasnya.

“Kalau duduk kasus pricing, kalau memang penerapan insentif atas PPnBM itu juga diberikan kepada hybrid, kami niscaya yakin harga akan mengalami penurunan,” katanya lagi.

Sejauh ini, respons konsumen terhadap kendaraan beroda empat hybrid sendiri cukup baik. Khusus untuk diler Auto2000, bahkan masih ada ratusan kendaraan beroda empat hybrid yang belum didistribusikan ke konsumen.

“Kalau total outstanding (hutang yang belum dilunasi), yang harus kita penuhi ada 187 unit nasional, khusus (diler) Auto 2000 saja. Semua tipe hybrid, Camry, C-HR, Corolla Altis, Alphard,” kata Riki.

Dikatakan Riki, ada beberapa model yang cukup banyak dipesan dan belum didistribusikan. “Camry hybrid ada 50 unit, Corolla Altis hybrid 15 unit, serta C-HR 40 unit untuk yang hybrid. Itu yang belum ter-delivery,” pungkasnya.

Harga Mobil Hybrid Turun, Diler Bisa Jual Lebih Banyak