Jadi Cross Hijaber, Laki-Laki Ini Pernah Coba Pakai Mukena Sampai Masuk Wc Wanita

Tanggapan Kekasih Pria Cross Hijaber, Awalnya Kaget Tapi Bisa Terima

Jakarta – Belakangan fenomena cross hijaber jadi sorotan masyarakat. Lantaran, sekelompok laki-laki tampil mengenakan hijab. Pada awalnya, cross hijaber jadi sensasi sesudah ada pengguna Twitter mengunggah thread wacana keberadaan komunitas tersebut.

Dalam thread tersebut bahkan terkuak bahwa cross hijaber berani melaksanakan hal-hal ekstrem. Dalam sejumlah foto dari oknum yang memakai cross hijaber memamerkan bahwa mereka tengah berada di toilet perempuan hingga berani masuk ke dalam masjid.


Ini Hal Terekstrem yang Pernah Dilakukan 'Dini' Sebagai Cross HijaberCross hijaber dengan nama samaran Dini Foto: Anggi Mayasari/Wolipop

Salah satu cross hijaber dengan nama samaran Dini pun menyampaikan bahwa beliau pernah masuk ke toilet wanita. Namun berdasarkan Dini, beliau tidak pernah mem-posting keberadaannya ketika berada di toilet.

“Kalau masuk ke toilet cewek iya pernah. Tapi, tidak memposting hal privasi di dalam toilet cewek itu saya tidak pernah. Berusaha semaksimal mungkin untuk tidak melaksanakan hal yang tidak diinginkan,” akunya, ketika diwawancari Wolipop di Penginapan MK House Tendean, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Untuk cross hijaber yang masuk ke dalam masjid, Dini mengungkapkan bahwa hal tersebut sudah ekstrem dan tidak pantas untuk dilakukan. “Kalau untuk saya seekstrem apapun nggak pernah hingga yang menyerupai itu (masuk musala khusus wanita),” ucapnya lagi.

Cross hijaber dengan nama samaran Dini Cross hijaber dengan nama samaran Dini Foto: dok. 20Detik

Meski mengaku tidak pernah masuk masjid, namun sebagai laki-laki yang mempunyai ketertarikan dengan crossdressing (pria yang suka berdandan/bergaya menyerupai wanita) ingin mencoba mengenakan mukena. Dini mengakui bahwa beliau pernah mencoba mengenakan mukena.

“Nyobain (mukena) aja iya. Tapi untuk melaksanakan aktivitas untuk ibadah itu, nggak. Paling juga pakai saja, alasannya ialah saya tahu itu terperinci berdosa alasannya ialah itu kan pakaian suci. Paling pakai aja untuk posting selesai, nggak dibentuk untuk ibadah,” tuturnya.

Pria yang mulai melaksanakan lintas busana pada 2010 ini menjelaskan bahwa aktivitas crossdressing tidak termasuk bab dari LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender). Salah satu referensi crossdressing yang biasa dijumpai di kehidupan sehari-hari ialah cosplay.

“Kita tidak termasuk LGBT, kita beda jauh, alasannya ialah LGBT mostly menyimpang kan mereka, bila crossdresser kita dapat bilang 80 persen masih heteroseksual,” ujar Dini.

Simak Video “Sudut Pandang Sebentar Lagi: Pengakuan Cross Hijaber
[Gambas:Video 20detik]