Kenaikan Harga Bbm Diprotes, Iran Matikan Internet

Foto: AFPFoto: AFP

Jakarta – Pemerintah Iran menutup hampir semua jalan masuk internet di negaranya sepanjang simpulan pekan lalu. Pembatasan jalan masuk internet dilakukan untuk meredam agresi protes atas kenaikan harga materi bakar.

Dimatikannya jalan masuk internet menciptakan warga Iran tak dapat mengembangkan informasi dengan dunia luar. Adapun agresi protes terhadap pemerintah terjadi alasannya dipicu kenaikan harga materi bakar sampai 50%.

Dikutip dari Al Jazeera, meski awalnya berlangsung damai, agresi demonstrasi kemudian menjelma kekerasan di beberapa tempat. Video yang bertebaran di internet menyampaikan pegawanegeri menembakkan gas air mata ke arah pendemo dan kumpulan massa melaksanakan pembakaran.

NetBlocks.org, organisasi yang memantau gangguan dan pemblokiran internet, menyebutkan bahwa Iran telah memasuki fase ‘penghentian internet nyaris secara nasional’ dengan hanya 5% dari tingkat konektivitas di hari biasa.

Penghentian jalan masuk internet dimulai pada Jumat pekan lalu. Para operator layanan data mobile besar negara tersebut, termasuk MCI, Rightel dan IranCell juga mengalami offline.

“Gangguan internet ini merupakan pemutusan jalan masuk paling parah yang pernah dilacak NetBlocks di banyak sekali negara dalam hal kompleksitas teknis dan cakupannya,” kata NetBlocks.

Sementara itu, Menteri Teknologi Komunikasi dan Informasi Iran Mohammad Javad Azari Jahromi menyampaikan bahwa pemerintah berharap situasi dapat kembali normal sehingga jalan masuk internet dapat dipulihkan ibarat sedia kala.

“Di sisi lain, menjaga keamanan nasional ialah hal yang sangat penting,” ujarnya.

Ini bukan pertama kalinya Iran mematikan jalan masuk internet untuk meredam situasi. Sebelumnya, pada 2018 agresi demonstrasi warga berbuntut pada terputusnya jalan masuk internet mobile dan pemblokiran layanan chat dan media sosial.

Iran juga bukan satu-satunya negara yang melaksanakan cara ini dikala terjadi situasi yang tidak aman di negaranya, termasuk Indonesia, India, dan Pakistan.

Simak Video “Setelah 4 Dekade, Perempuan Iran Akhirnya Bisa Nonton Bola di Stadion
[Gambas:Video 20detik]