Keren, Siswi Smk Asal Kudus Akan Ikut Fashion Show Di Paris

Si.Se.Sa Rilis Busana Syari untuk Liburan, Diklaim Pertama di Indonesia

Jakarta – Tak banyak generasi muda Indonesia yang mempunyai kesempatan untuk mengoptimalkan potensinya. Beruntung, dua siswi Sekolah Menengah kejuruan NU Banat, Fitria Noor Aisyah dan Farah Aurellia menerima beasiswa untuk bersekolah sampai memamerkan karya ke Paris.

SMK NU Banat didirikan untuk melahirkan tunas-tunas gres di bidang fashion. Sekolah yang terletak di kota Kudus itu dibina pribadi oleh asosiasi IFC (Indonesia Fashion Chamber) sampai mempunyai satu brand busana muslim berjulukan ZELMIRA. Sekolah itu juga merupakan binaan Bakti Pendidikan Djarum Foundation.

Dari tahun ke tahun, ZELMIRA diberikan kesempatan untuk memamerkan karya di luar negeri, mulai dari Hongkong sampai Jepang. Tahun ini, ZELMIRA akan memamerkan karya di atas kapal pesiar menyusuri sungai Seine di Paris, Prancis.

ZELMIRA akan ikut serta pada program ‘La Mode” Sur La Seine a Paris yang diselenggarakan oleh IFC. Acara itu akan dihelat pada tanggal 1 Desember 2018. Selain Zelmira, akan ada 14 desainer Indonesia yang berpartisipasi.

Keren, Siswi Sekolah Menengah kejuruan asal Kudus akan Ikut Fashion Show di ParisSiswi Sekolah Menengah kejuruan NU Banat akan pamer karya di Paris. Foto: Silmia Putri/Wolipop

Dua desainer yang terpiih mewakili Zelmira, Fitria Noor Aisyah dan Farah Aurellia akan membawa kebudayaan Jawa Tengah ke sana. Tema ‘Roso Nimbrung’ diterjemahkan dalam kain tenun yang terinspirasi lautan di Jawa Tengah.

Mereka hanya mempunyai waktu tiga bulan untuk memproduksi koleksi ‘Roso Nimbrung’. Dua siswi kelas XII itu menentukan menciptakan koleksi ready to wear yang kasual dan sanggup digunakan oleh anak muda.

Keren, Siswi Sekolah Menengah kejuruan asal Kudus akan Ikut Fashion Show di ParisSalah satu karya Sekolah Menengah kejuruan NU Banat. Foto: Silmia Putri/Wolipop



“Kita ke sana kan pas demam isu dingin. Kaprikornus tantangan kita juga mendesain baju yang bernuansa nusantara dipadukan dengan kebutuhan demam isu hambar di sana. Kaprikornus kita juga menentukan bahan-bahan yang tebal,” tutur Farah yang masih berusia 16 tahun kepada Wolipop di sela program Press Conference ‘La Mode” Sur La Seine a Paris, Rabu (21/11/2018) di Gedung Kementerian Perindustrian Jakarta Selatan.

Tak hanya kain tradisional, dua siswi Sekolah Menengah kejuruan itu juga akan memamerkan busana berhijab. Selain ilmu fashion, Sekolah Menengah kejuruan NU Banat memang mengutamakan anutan agama Islam. Beragam aktivitas keagamaan menyerupai istighosah rutin dilaksanakan di sekolah.

“Harapannya sesudah dari sana, kita sanggup membagikan ilmunya kepada adik-adik kelas kita juga. Aku juga pengen sesudah lulus Sekolah Menengah kejuruan sanggup melanjutkan sekolah fashion lagi. Setelah sukses, saya pengen kembali lagi ke sekolah ini untuk berbagi,” tutup Fitria.