Konsumen Indonesia Tidak Akan Beli Motor Listrik Alasannya Peduli Lingkungan

Foto: ViarFoto: Viar

Jakarta – Isu kesehatan lingkungan memang sedang hangat diperbincangkan. Kendaraan bermotor dinilai sebagai salah satu kontributor besar dalam pencemaran udara. Meski begitu sebagian masyarakat tidak akan melaksanakan agresi yang membantu pengurangan polusi dengan mengganti kendaraan berbahan bakar fosil mereka dengan motor listrik. Alasan utama konsumen Indonesia memilih pilihan kendaraan masih berasal dari duduk perkara harga.

“Masyarakat secara umum tidak akan beli sepeda motor listrik sebab go green, tapi cost yang mereka keluarkan,” ungkap Direktur Marketing PT Triangle Motorindo, Sutjipto Atmodjo dikala dihubungi detikcom, Senin (28/10/2019).

Untuk mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik paling tidak harganya harus lebih murah dari kendaraan berbahan bakar fosil. Sedangkan kenyataannya dikala ini harga motor listrik masih jauh lebih mahal daripada motor bensin.

“Harganya harus lebih murah daripada bensin. Sekarang harga sepeda motor listrik msh jauh lbh mahal di atas motor angsa atau matic penguasa market,” terperinci Sutjipto.

Selain harga, membeli motor bensin masih lebih gampang dengan sumbangan leasing. “Belum lagi DP dan cicilan sepeda motor bensin yang sangat mudah,” timpalnya.

Dominasi pasar motor bensin dinilai Sutjipto sudah terlalu besar lengan berkuasa untuk ditembus motor listrik. Perlu banyak insentif lain yang harus menjadi pendukungnya.

“Masih banyak lg hal-hal hulu-hilir yang sudah dikuasai sepeda motor bensin. Sekarang motor bensin sudah puluhan tahun memegang pasar. Masyarakat tidak akan merubah membeli sepeda motor listrik bila tidak ada laba buat mereka,” tutupnya.

Simak Video “Pakai Motor Listrik, PLN Aceh Inspeksi Aset
[Gambas:Video 20detik]