Mantan Perawat Jualan Popok Burung, Penghasilannya Rp 62 Juta Sebulan

Kakak-Adik Buka Jasa Hias Pohon Natal Biayanya Rp 200 Ribuan Per Jam

Jiangsu – Tak ada perjuangan yang mengkhianati hasil. Pepatah itu rasanya cocok diberikan kepada Zheng Han, perempuan asal China Timur. Di usianya yang gres menginjak 25 tahun, ia sudah jadi pengusaha dengan penghasilan puluhan juta per bulan.

Zheng Han berhenti dari pekerjaannya sebagai suster untuk menekuni bisnis yang terbilang unik. Warga provinsi Jiangsu, China, ini memproduksi popok khusus burung yang dikembangkannya sendiri.


Mantan Perawat Jualan Popok Burung, Penghasilannya Rp 62 Juta SebulanZheng Han, mantan perawat yang kini berjualan popok burung. (Foto: Dok. Next Shark)

Dari penjualan popok burung, Zheng Han mendapatkan penghasilan sekitar 30 ribu Yuan atau Rp 62 jutaan per bulan. Sempat ditentang keluarga, keputusan Zheng Han untuk resign akibatnya direstui orangtua.

Zheng Han resign dari pekerjaan lamanya pada 2014, awalnya ia mencari uang dengan berjualan kostum dan baju untuk burung secara online. Saat usahanya gres berjalan, beberapa temannya meminta saran bagaimana caranya mengatasi kotoran burung yang mereka pelihara.

Ia pun mencari-cari solusi dan ternyata di Amerika Serikat ada yang menjual popok khusus burung. Namun kendalanya ada pada jarak dan biaya.

“Popoknya dirancang sangat buruk dan mahal, harganya 200 – 400 yuan (Rp 400 ribuan – Rp 800 ribuan) per buah,” kata Zheng kepada China Daily, ibarat dikutip dari Next Shark.

Mantan Perawat Jualan Popok Burung, Penghasilannya Rp 62 Juta SebulanFoto: Dok. Next Shark

Melihat ada pasar yang cukup potensial, otak Zheng pun berputar untuk membuat popok burung dengan desain lebih nyaman dan simpel digunakan. Setelah trial and error, Zheng pun berhasil membuat produk yang ternyata disukai konsumen lokal.

Popok burung buatan Zheng mempunyai dua lapisan. Lapisan luar terbuat dari kain katun sementara bab dalamnya berisi material kanvas anti-air.

Popok burung ini sanggup digunakan berulang kali. Sebelum dipakai, penggunanya harus memasukkan terlebih dahulu pembalut atau panty liner ke dalam popok, dan sesudah itu sanggup eksklusif dipakai.

Zheng menjual dagangannya dengan harga 20 yuan atau Rp 40 ribuan per buah. Awalnya beliau hanya mendapatkan pesanan tiga atau empat hari sekali. Tapi kini pesanan popok burung buatan Zheng sudah mencapai 1.000 buah per bulan.

Lewat kesuksesannya, Zheng ingin menandakan kepada keluarga bahwa pengorbanannya berhenti menjadi perawat tidaklah sia-sia dan bukan perbuatan tak bertanggungjawab. Dua hal yang awalnya ditakutnya orangtuanya.

“Sekarang mereka percaya bahwa belum dewasa muda punya idenya sendiri dan semakin menyemangatiku untuk berbisnis lebih baik,” pungkasnya.