Masa Transisi Ppnbm 2 Tahun Lagi, Ini Kata Mercedes-Benz

Foto: Rizki Pratama/detikOtoFoto: Rizki Pratama/detikOto

Jakarta – Skema Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan roda empat mengalami pembiasaan dalam UU Nomor 73 Tahun 2019. Kebijakan ini tentu akan menghipnotis harga kendaraan beroda empat dan pasarnya di Indonesia.

Aturan itu pun gres diterapkan dua tahun sehabis diundangkan, yaitu pada tahun 2021. Andaikata lebih cepat dari itu Mercedes-Benz Indonesia mengaku bisa “gelagapan” sebab pembeli akan menunda pembeliannya.

“Dari pelanggan tidak bisa begitu keluar UU di situ pemahaman pajak turun jadi customer nggak beli kini sebab harga akan turun,” ujar Deputy Director Sales Operations & Product Management PT. Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto ketika ditemui di Cilandak, Jakarta Selatan.

Tentunya kalau tak diberikan waktu transisi planning penjualan berantakan. Produk-produk gres dan yang akan disiapkan sanggup mengalami penurunan minat sebelum mencapai targetnya.

“Oleh sebab itulah masa transisi dua tahun berdasarkan kami sangat baik dari pembeli maupun penjualan, sebab dari kami menjual bisa menyiapkan sales planning, stoknya bagaimana sebab kalau tiba-tiba berlaku kami istilahnya sudah ada stok, ada produksi berjalan sepanjang denah yang ada,” jelas laki-laki yang disapa Kari ini.

Sementara itu sisi baiknya untuk Indonesia yaitu akan mendapat penawaran teknologi terbaru yang mengedepankan rendah emisi. Mercedes-Benz pun di Indonesia menyambut baik itikad pengurangan polusi dari emisi kendaraan.

“Kami menyambut baik keluarnya peraturan pemerintah tersebut sebab sejalan dengan semangat tren global untuk low carbon emission bahwa kedepan pajak kendaraan berdasarkan kadar emisi gas buangnya. Makara semakin rendah emisi gas buang pajaknya semakin rendah Ini akan memacu pemain pasar untuk memajukan teknologi mengurangi emisi gas buang,” pungkasnya.

Simak Video “‘Mercedes Benz’ Ini Dibuat dari Kayu, Seperti Apa?
[Gambas:Video 20detik]