Mau Beli Kendaraan Beroda Empat Over Kredit, Harus Bayar Berapa Ke Pemilik Lama?

Foto: ShutterstockFoto: Shutterstock

Jakarta – Membeli kendaraan beroda empat melalui denah over kredit memang harus melibatkan pihak leasing alias forum pembiayaan. Namun sebelum pihak penjual dan pembeli mengurus ke pihak leasing, harus ada komitmen soal harga beli kendaraan beroda empat tersebut. Sebab pihak leasing tidak mengatur soal hal ini.

Dijelaskan oleh Direktur Mandiri Tunas Finance (MTF) Harjanto Tjitohardjojo, pihak leasing hanya mempunyai wewenang untuk mengurus pengalihan administrasi, dan tanggung jawab dari penjual ke akseptor over kredit.

Sementara penentuan harga beli kendaraan beroda empat over kredit dari konsumen usang ke konsumen baru, tidak menjadi urusan pihak leasing. Lalu bagaimana cara memilih besaran uang pengganti pemilik pertama?

“Jadi untuk hitung-hitungan uang pengganti penjual, simulasinya: harga kendaraan kini – (sisa angsuran termasuk bunga + denda keterlambatan),” kata Harjanto, dihubungi detikcom.

Itu untuk uang pengganti penjual yang harus dibayarkan kepada pemilik pertama. Lalu apa saja yang menjadi tanggung jawab pemilik baru?

“Sementara beban dari pembeli: uang pengganti penjual + sisa angsuran + denda keterlambatan + biaya take over + biaya asuransi,” katanya lagi.

Namun sebagai catatan, denda keterlambatan dapat dibebankan ke penjual. “Jadi uang yang disetorkan pembeli ke penjual adalah: uang pengganti dikurangi denda keterlambatan,” terang Harjanto.

Simak Video “Video Adu Pukul di Bank Swasta Makassar Gegara Kredit Mobil Menunggak
[Gambas:Video 20detik]