Menerka Kinerja Keuangan Telkom Di 2020

Ilustrasi tower Telkom. Foto: Rengga SancayaIlustrasi tower Telkom. Foto: Rengga Sancaya

Jakarta – Salah satu saham yang diperkirakan menjadi buruan investor dikala window dressing yaitu saham Telkom, alasannya yaitu BUMN tersebut dianggap mempunyai dasar yang kuat.

Sebagai informasi, window dressing yaitu masa di mana perusahaan mempercantik laporan kinerja keuangan mereka, yang bertujuan untuk menarik para investor.

Hal ini diutarakan oleh Sebastian Tobing, analis saham PT Trimegah Securities Tbk., yang menyampaikan bahwa mendasar emiten berkode TLKM ini masih sangat solid. Bahkan analis ini melihat saham Telkom merupakan saham dari emiten telekomunikasi yang terbaik di Indonesia.

Dalam keterangan yang diterima detikINET, Sebastian juga menyebut market share Telkomsel, yang merupakan bab terbesar dari Telkom, belum akan goyah. Bahkan Telkomsel pun menurutnya masih berpotensi untuk tumbuh besar.


“Bisnis inti Telkom kami nilai masih sangat baik. Melihat akan kebutuhan layanan data dan animo penggunaan data di dunia, Telkom melalui Telkomsel juga masih akan membukukan pertumbuhan revenue data yang cukup signifikan. Apa lagi tahun depan Telkomsel berencana akan menggelar layanan 5G yang sanggup dipastikan akan mendongkrak revenue dari data,” papar Sebastian dalam keterangan yang diterima detikINET.

Sebastian melihat dikala ini Telkom berusaha untuk melaksanakan diversifikasi usahanya tidak hanya fokus kepada layanan selular melalui Telkomsel saja. Tetapi sudah mengarah ke pendapatan non telekomunikasi ibarat tower provider melalui Mitratel. Bisnis tower provider Telkom masih dilihat Sebastian masih cukup menarik. Bahkan Mitratel sanggup menjadi salah satu kandidat anak perjuangan Telkom yang sanggup go public.

“Terlebih lagi emiten tower lainnya terus membukukan peningkatan pendapatan. Market cap Tower Bersama saja sudah mencapai Rp 50 triliun. Mungkin Mitratel mempunyai market cap dan kinerja yang hampir sama dengan Tower Bersama. Saat ini Mitratel menjadi salah satu tower provider yang mempunyai jumlah Menara yang cukup besar. Mungkin jumlahnya lebih dari 20 ribu unit menara,” terperinci Sebastian.


Melihat sudah semakin kecilnya perang harga dan gangguan regulasi ibarat beberapa tahun yang lalu, Sebastian memprediksi pertumbuhan pendapatan Telkom sampai sanggup melebih industry yaitu 7%. Bahkan di tahun depan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan data, Sebastian memprediksi pertumbuhan pendapatan Telkom sanggup mencapai 9%.

Melihat kinerja Telkom yang masih cukup baik tersebut dan prospek kebutuhan akan layanan daya, Trimegah masih merekomendasikan beli saham Telkom. Bahkan Sebastian menaikkan sasaran harga saham Telkom yang tadinya hanya Rp 4500 menjadi Rp 4750.

Menerka Kinerja Keuangan Telkom di 2020

Simak Video “Nyamar Kaprikornus Pekerja, Sindikat Pencuri Kabel Telkom di Jakarta Dibekuk!
[Gambas:Video 20detik]