Mengenal Batik Garuda Nusantara Yang Punya Misi Perdamaian Dunia

Jaket Jokowi di Perbatasan Malaysia-Indonesia Bikin Salfok Netizen

Jakarta – Beberapa waktu kemudian Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah mencorengkan canting pertama pada kain yang diberi nama Batik Garuda Nusantara. Rencananya kain sepanjang 74 meter tersebut akan dijadikan wujud perjuangan melesatkan batik di kancah internasional. Hadir dengan misi budaya dan konsep Batik Perdamaian Dunia, Yayasan Tjanting Batik Nusantara (TBN) pun meminta proteksi masyarakat Indonesia untuk mendukung proyek ini.

Peristiwa bersejarah pencorengan canting pertama oleh presiden dan Ibu Negara Iriana Jokowi sendiri sengaja dilakukan di MRT. Dikatakan kalau Jokowi menginginkan momen tersebut untuk sanggup disaksikan masyarakat bukan hanya secara langsung di istana. Karenanya, Yayasan TBN sebagai pemrakarsa meminta proteksi publik dan komunitas dengan apa yang dititahkan presiden sebagai wujud mengentaskan batik sebagai brand populer diseluruh dunia itu.


Foto: Rahmi Anjani/Wolipop

“Setelah batik diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO, kami melihat ini saatnya kami menciptakan batik dengan momentum 74 tahun Indonesia merdeka. Kami ciptakan ikon melalui simbol kain batik nusantara,” ungkap Ketum Yayasan Tjanting Batik Nusantar, Boni Wijoseno dalam konferensi pers di Cafe Trotoar, Dharmawangsa Square, Jumat, (2/8/2019).

Yayasan TBN pun menyebut kain tersebut sebagai mahakarya sebab akan dibatik secara bolak-balik, memakai pewarnaan alam, dan diisi oleh motif-motif bermakna. Hingga kini, kain itu telah diisi oleh empat motif, antara lain gordo, sekar jagat, bendo dan truntum. Batik Garuda Nusantara sendiri dijadwalkan akan selesai dalam waktu satu tahun.

Pengerjaannya bakal dilakukan di delapan pusat batik yakni, Cirebon, Pekalongan, Solo, Yogyakarta, Lasem, Madura, Bengkulu, dan Jambi. Dengan begini, diperlukan batik sanggup dilestarikan dengan cara pembuatanya aslinya. “Dengan mahakarya ini, kami ingin melestarikan prosesnya yang didapat dari leluhur,” kata Boni.


Batik Garuda Nusantara (Foto: Rahmi Anjani/Wolipop)


Batik Garuda Nusantara yang pemilihan namanya dilakukan oleh Presiden RI ini pun dibentuk bersamaan dengan terpilihnya Indonesia sebagai dewan tidak tetap PBB. Karenanya, kain tersebut juga hadir dengan misi perdamaian dunia. Salah satunya ialah dengan menampilkan motif-motif yang sanggup merepresentasikan tujuan tersebut. Namun ditegaskan kembali bahwa batik ini tidak berfokus pada motif melainkan ikon dan simbol yang diciptakan.

“Pak Jokowi bukannya menciptakan motif gres tapi nama kain Batik Garuda Nusantara dipilih sendiri oleh kepala negara sebagai ikon dan simbol masyarakat Indonesia yang ingin kita ciptakan,” tutur Boni.

Setelah kain ini diselesaikan dan sanggup dipamerkan, Yayasan TBN berharap batik tersebut sanggup keliling dunia dengan tujuan memunculkan kembali semangat batik yang [ada karenanya sanggup populer diseluruh dunia dan memunculkan inspirasi.

Simak Video “Cara Kece Manfaatkan Limbah Kain Batik
[Gambas:Video 20detik]