Mengenal Batik Tulis Lasem Yang Berharga Jutaan Rupiah

Merayakan Sang Guru dan Maestro Batik di Koleksi Terbaru Iwan Tirta

Jakarta – Batik tulis Lasem memilik banyak varian motif yang menjadi primadona bagi para pemakainya. Salah satunya ialah motif tiga negeri yang moncer di kalangan para penikmat karya batik tulis.

Batik tulis Lasem tiga negeri, dikenal mempunyai daya tarik tersendiri. Perpaduan warna yang bermacam-macam menciptakan motif batik ini menjadi produk unggulan kalau dibanding dengan motif batik tulis Lasem lainnya. Harganya pun terpaut jauh dari sejumlah produk motif batik tulis Lasem lainnya.

Satu lembar kain batik tulis Lasem motif tiga negeri sepanjang 2,4 meter berharga mulai Rp 3 juta hingga puluhan juta rupiah. Ini juga tergantung komposisi warna dan kerumitan motif batik di dalamnya.

Mengenal Batik Tulis Lasem yang Berharga Jutaan RupiahFoto: bagus/detikcom

Salah seorang pembatik di Desa Jeruk Kecamatan Pancur, Rembang, Ramini mengaku kerumitan dalam proses membatik tiga negeri menjadi faktor utama mahalnya harga. Butuh waktu pengerjaan selama lima bulan untuk menyelesaikan selembar kain batik tulis Lasem tiga negeri.

“Ini kisaran lima bulan dengan tema gunung ringgit. Ada lima warna di dalam batik tiga negeri ini. Itu yang menciptakan prosesnya cukup lama. Mulai dari menggambar motifnya yang rumit, hingga proses pewarnaan yang dilakukan berulang-ulang sehingga waktunya lama,” kata Ramini.

Mengenal Batik Tulis Lasem yang Berharga Jutaan RupiahFoto: bagus/detikcom

Pembatik lainnya, Sulasmi menyebut meski harganya cukup mahal peminat dari motif batik ini selalu meningkat. Sebab menurutnya para pembeli bukan semata membeli sebab keindahannya, tapi juga unsur kisah yang tertuang di dalam batik tiga negeri itu.

“Batik tiga negeri itu semula tercipta sebab diproduksi di tiga tempat, Lasem, Pekalongan dan Solo risikonya jadi tiga negeri. Tapi kemudian dikala ini sudah full diproduksi di Lasem sebab metode pewarnaannya di sini sudah sanggup semua,” jelasnya.

“Masing-masing kain niscaya ada kisah di baliknya. Rata-rata pakai motif sekar jagat, tapi ini saya sedang menciptakan gunungan ringgit. Makara mengisahkan kekayaan yang melimpah berupa uang itu dalam bahasa jawa ringgit, yang besarannya segunung. Dipercaya orang yang pakai batik ini akan sanggup rezeki yang melimpah,” lanjutnya.

Simak Video “Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Asyik Membatik di Solo
[Gambas:Video 20detik]