Mengenal Kebaya, Baju Yang Banyak Digunakan Dikala Hari Kartini

7 Inspirasi Kebaya Modern untuk Kondangan Ala Artis Indonesia

Jakarta – Setiap 21 April, rakyat Indonesia memperingati Hari Kartini. Kartini yang dikenal sebagai aktivis kebangkitan perempuan pribumi lahir pada 21 April 1879.

Kartini meninggal pada usia 25 tahun dan dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang. Sahabat Kartini yang ada di Belanda kemudian mengumpulkan tulisan-tulisannya, kemudian menerbitkannya dalam buku berjudul ‘Door Duisternis tot Licht’ atau Habis Gelap Terbitlah Terang. Dalam buku tersebut terdapat sejumlah kutipan inspiratif, yang sanggup menjadi wangsit bagi kaum perempuan ketika ini, untuk terus meraih mimpi dan cita-citanya.

Kini setiap 21 April, para perempuan Indonesia memperingati Hari Kartini dengan banyak sekali cara. Dan salah satu busana yang banyak menjadi pilihan ketika peringatan Hari Kartini yaitu kebaya. Tahukah kau asal-usul kebaya?

Desainer Era Soekamto yang merupakan eksekutif kreatif untuk rumah mode Iwan Tirta menjelaskan kebaya sebagai baju budbahasa Jawa terbagi atas banyak sekali macam jenis, namun yang paling sering dipakai yaitu model kebaya encim sampai kebaya kutu baru. Sedangkan kebaya brokat merupakan bentuk modernisasi yang paling ekstrem lantaran sudah meninggalkan esensi tradisi.

Mengenal Kebaya, Baju yang Banyak Dipakai Saat Hari KartiniFoto: Agung Pambudhy

“Kalau duduk perkara brokat, itu sudah modern jadi bukan asli lagi. Kebaya yang kini ini sering kita temui di pesta-pesta sudah dikembangin sedemikian rupa sama penjahit atau desainer,” ujarnya dalam wawancara dengan Wolipop.

Era menyampaikan lagi awalnya kebaya hanya dikenakan oleh orang di istana. Ada istilah kebaya kutu gres yang paling asli dari zaman Majapahit. Kemudian adapula kebaya hitam beludru yang merupakan hasil asimilasi dari budaya Eropa. Sedangkan kebaya motif bebungaan semakin terkenal di masa kerajaan Mataram sehabis mengalami banyak sekali proses asimilasi budaya.

Desainer Era Soekamto.Desainer Era Soekamto. Foto: Mohammad Abduh

Kebaya China yang kini terkenal dengan sebutan kebaya encim awalnya ditolak oleh pihak istana mengingat para penjajah Belanda berusaha mempopulerkan kebaya beludru yang sangat Eropa. Akhirnya, kebaya encim ini mulai tersingkir sampai jadinya dipopulerkan dan disesuaikan oleh warga Pesisir. Kini, banyak perempuan masa kini yang menggunakan kebaya jenis ini untuk program formal dengan materi embroidery warna putih yang dikombinasikan dengan kain batik.

Kekinian desain dan siluet kebaya memang tidak terlalu drastis dari masa ke masa. Modernisasi pada bagian yang dimainkan mengetat atau melonggar, detail dikembangkan pada pemilihan renda dan penempatannya di area yang tidak lazim. Aksesoripun dibentuk seminimal mungkin supaya tidak terlalu heboh dari ujung kepala sampai kaki.

Penggunaan korset model bustier juga merupakan asimilasi budaya Eropa yang terus diterapkan sampai kini. Banyak kebaya di tahun ’80an yang dilengkapi dengan bustier yang notabene warisan budaya Eropa. Padahal orisinalnya kebaya menggunakan kain pengikat serupa stagen atau kutang. Itulah sebabnya banyak kita lihat kebaya modern mengikat torso atas perempuan dengan pasti, sedangkan model aslinya cenderung longgar.

Tonton juga video Saat Onthelis Pria Rayakan Hari Kartini di Car Free Day :

[Gambas:Video 20detik]

Mengenal Kebaya, Baju yang Banyak Dipakai Saat Hari Kartini