Mengenal Wearing Klamby, Olshop Yang Sering Sold Out Dalam Hitungan Detik

Pertama di Indonesia, Ada Vending Machine untuk Hijab

Jakarta – Seiring berkembangnya industri digital, ada fenomena gres dalam agresi jual beli di media sosial. Sejumlah online shop berhasil melaksanakan pemasaran yang sempurna sehingga menggaet banyak pelanggan setia.

Salah satunya yakni Wearing Klamby, merk busana muslim besutan suami istri Nadine Gaus dan Muhammad Ridho. Popularitas Wearing Klamby meningkat pesat di tahun 2016, sesudah keduanya memutuskan untuk fokus menjalankan bisnis.

Keduanya masih terbilang sangat muda. Di tahun 2019 saja, Ridho dan Nadine gres menginjak usia 26 tahun. Namun, sekarang mereka sudah mempunyai sekitar 100 karyawan termasuk penjahit sendiri. Mereka juga memberdayakan belum dewasa muda untuk menjadi tim mereka.

Mengenal Wearing Klamby, Olshop yang Sering Sold Out dalam Hitungan DetikPemilik Wearing Klamby, Nadine Gaus dan Muhammad Ridho. Foto: Instagram/WearingKlamby



“Sebenarnya yang mulai itu istriku Nadine di tahun 2013. Cuma kita mulai fokus sesudah menikah tahun 2015, dan melesat di tahun 2016” ungkap Muhammad Ridho selaku CEO Wearing Klamby kepada Wolipop di program HC Day, Kota Kasablanka, Sabtu (27/04/2019).

Konsisten merilis produk yang sesuai dengan taste dan idealisme mereka, Wearing Klamby memperoleh pelanggan yang membludak. Instagram-nya sekarang mempunyai 935 ribu followers. Di setiap peluncuran koleksi baru, ada ribuan baju terjual dalam hitungan detik saja. Tak jarang, website Wearing Klamby mengalami ‘down’ alasannya yakni banyaknya visitor yang datang.

“Bahkan kita upload (koleksi baru) diem-dieman, nggak info ke customer. Karena jika enggak website kita hingga down. Kita lagi building website baru. Selesai habis lebaran, jadi mau nggak mau kita kucing-kucingan,” tutur lulusan Teknik Mesin ini.

Mengenal Wearing Klamby, Olshop yang Sering Sold Out dalam Hitungan DetikKoleksi Idulfitri Wearing Klamby. Foto: Silmia Putri/Wolipop



Ada banyak faktor yang menciptakan merk tersebut merebut hati banyak hijabers. Yang paling besar lengan berkuasa yakni berdasarkan Ridho yakni kualitas produk. Ia mengungkap istrinya sangat detail dan idealis dalam meluncurkan koleksi busana.

“Untuk harga segini dengan kualitas segini itu affordable. Saya nggak bilang murah. Untuk desain, kita memang benar-benar mengeluarkan yang baru. Kita hingga punya mesin printing sendiri, semoga lebih bebas nyoba-nyoba print kain,” tutur laki-laki asal Jakarta ini.

Harga yang dibandrol untuk setiap koleksinya memang dapat dibilang affordable. Dengan harga Rp 400 ribuan, pelanggan sudah dapat mendapat dress dengan exclusive printed fabric. Harga tunik basic juga dijual di bawah Rp 200.000. Hal ini yang menciptakan para pelanggan merasa ‘worth it’ untuk berebut produk di website Wearing Klamby.

Salah satu koleksi fenomenal yang menarik ratusan hingga ribuan pasang mata yakni koleksi Idulfitri yang sudah diluncurkan sebelum Ramadan. Koleksi tersebut terdiri dari lima batch dan gres dikeluarkan dua batch. Pada peluncuran batch kedua di HC Day, pada Sabtu (27/04/2019) kemarin, ada ratusan orang siap mengantre untuk membeli produk tersebut.

Mengenal Wearing Klamby, Olshop yang Sering Sold Out dalam Hitungan DetikAntrian Wearing Klamby di HC Day. Foto: Instagram/WearingKlamby


Bahkan, Ridho harus membatasi nomor antrian hingga 500 orang saja. Para pelanggan tiba dari aneka macam daerah, dari Bekasi hingga Jambi. Antrian panjang tersebut menciptakan mereka harus menunggu 10-12 jam.

“Sebenernya kita juga nggak mau ya pelanggan kita repot-repot, kecapean kayak gini. Tapi kita sudah mempersiapkan semaksimal yang kita bisa. Mungkin alasannya yakni ini juga kali pertama kita buka offline dan ready stock, jadi animonya luar biasa,” tutur Ridho.

Rencananya, masih akan ada tiga koleksi Idulfitri yang siap diluncurkan. Dua koleksi sebelumnya sudah sold out sebelum bulan puasa tiba. Ridho berharap Wearing Klamby dapat terus menunjukkan produk terbaik untuk pelanggannya.