Mobil Lcgc Yang Tak Lagi Murah

Mobil-mobil murah LCGC. Foto: detikOtoMobil-mobil murah LCGC. Foto: detikOto

Jakarta – Guna mendukung industri di Indonesia pemerintah menyesuaikan Pajak Penyesuaian Atas Barang Mewah (PPnBM) yang tertuang dalam Dalam hukum PP Nomor 73 Tahun 2019 ini juga diatur sesuatu yang hal yang gres untuk kelompok kendaraan bermotor roda empat irit energi dan harga terjangkau (Low Cost Green Car atau LCGC).

LCGC dikenakan PPnBM 15 persen dengan Dasar Pengenaan Pajak sebesar 20 persen dari Harga Jual. Penjabarannya PPnBM tersebut dikalikan dengan DPP menjadi 15% x 20% persen, sehingga didapat angka 3%. Artinya, mobil-mobil LCGC semenjak hukum tersebut dikeluarkan mulai dikenakan pajak sebesar 3%, asal memenuhi syarat konsumsi BBM paling rendah 20 km/liter atau tingkat CO2 yang dihasilkan hingga dengan 120 g/km untuk kapasitas isi silinder hingga dengan 1.200 cc.


Kemudian LCGC lainnya, untuk mesin bakar nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan konsumsi BBM paling rendah 21,8 km/liter dengan tingkat emisi CO2 hingga dengan 120 g/km, untuk kapasitas isi silinder hingga dengan 1.500 cc.

LCGC tidak lagi Istimewa dalam hukum PPnBM yang usang (PP No 41 tahun 2013), yaitu PPnBM dengan dasar Pengenaan Pajak sebesar 0% (nol persen) dari Harga Jual untuk kendaraan bermotor yang termasuk jadwal kendaraan beroda empat irit energi dan harga terjangkau.

Syarat teknisnya pun tidak berbeda dengan PP Nomor 73 Tahun 2019.


Dalam salinan yang diterima detikcom, hukum ini ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 15 Oktober dan telah diundangkan semenjak 16 Oktober 2019 oleh Plt. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Tjahjo Kumolo. Peraturan ini mulai berlaku sesudah 2 tahun semenjak diundangkan, artinya mulai berlaku 16 Oktober 2021.

Simak Video “Primadona Baru di Kelas Low MPV
[Gambas:Video 20detik]