Pajak Moge Turun, Dapat Dongkrak Penjualan Harley-Davidson

Foto: Luthfi AnshoriFoto: Luthfi Anshori

Jakarta – Pemerintah resmi menurunkan pajak barang glamor untuk moge 500 cc ke atas. Seperti termaktub dalam PP No 73 Tahun 20I9 Pasal 40, kendaraan bermotor roda dua dengan kapasitas isi silinder lebih dari 500 cc, dikenai PPnBM 95%. Sebelumnya dalam PP No 22 Tahun 2014, pajak moge 500 cc ke atas ialah 125%.

Adanya hukum PPnBM gres ini pun direspons konkret oleh agen moge di Indonesia. Salah satunya menyerupai diungkapkan oleh Dealer Principal Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta, Sahat Manalu. Sahat berharap, harga retail moge asal Paman Sam dapat turun.

“Mudah-mudahan (bisa turun harganya),” kata Sahat, kepada detikcom, Kamis (31/10/2019).

Sahat sendiri belum dapat memastikan apakah harga Harley-Davidson yang dijualnya akan turun seiring terbitnya hukum tersebut. “Pastinya belum tau, tergantung importirnya,” lanjutnya lagi.

Namun Sahat mengatakan, jikalau harga moge Harley-Davidson dapat turun signifikan, itu akan sangat membantu mendongkrak penjualan moge ini di Indonesia. Sahat mengatakan, ketika ini masih banyak calon konsumen potensial Harley yang menunda pembelian sebab terbentur banderol kelewat mahal.

“Pasti (akan mendongkrak penjualan), sebab peminatnya (Harley) besar (jumlahnya) namun kini harganya tinggi,” ungkapnya lagi.

Sahat mengatakan, harga moge Harley-Davidson di dilernya ketika ini dibanderol mulai Rp 250 juta, sampai paling mahal Rp 1,6 miliar.

Simak Video “Biker Harley Davidson yang Tabrak Nenek di Bogor Kaprikornus Tersangka
[Gambas:Video 20detik]