Pajak Moge Turun Tak Kurangi Pendapatan Negara

Moge Harley-Davidson. Foto: Luthfi AnshoriMoge Harley-Davidson. Foto: Luthfi Anshori

JakartaMotor gede (moge) mendapat pembiasaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dalam susunan gres Peraturan Pemerintah Nomor 73 tahun 2019 ihwal Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor. Kendaraan roda dua dengan kapasitas lebih dari 500 cc dalam Pasal 40 PP No.7 3 tahun 2019 akan dikenakan tarif PPnBM sebesar 95% yang sebelumnya mencapai 125%.

Penurunan itu memang sekilas terlihat akan turut menurunkan pendapatan negara atas PPnBM. Namun bersama-sama penurunan itu justru akan meningkatkan pendapatan tempat apabila harga moge turun dan pembelinya bertambah banyak.

“Bukan berarti kemudian pemerintah menurunkan tarif pajaknya pendapatannya turun. Saya pikir niscaya malah naik alasannya ialah niscaya yang dulu nggak niat beli motor akan beli motor. Pajaknya walau turun tapi dari sisi pendapatan daerah, bea balik nama, pajak kendaraan serta unit yang dibeli penggemar motor niscaya meningkat. Makara aku yakin pemasukan pemerintah dari pajak motor PPnBM motor besar tidak akan berkurang,” jelas Director of HOG Anak Elang Jakarta Chapter, Suherly di diler Anak Elang Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (2/11/2019) kemarin.

Pajak Moge Turun Tak Kurangi Pendapatan NegaraFoto: Pradita Utama

Dari sisi sebagai penggemar moge ia pun melihat kebijakan gres ini sebagai langkah yang positif. Para pengguna moge akan bertambah alasannya ialah ada kemungkinan besar dalam waktu dua tahun sehabis ditetapkan harga akan turun.

“Positif sekali buat penghobi motor besar yang dulu harus berpikir dua kali untuk beli motor besar alasannya ialah harganya tinggi sekali begitu diturunkan berpikirnya cukup sekali aja pribadi beli. Lebih terjangkau alasannya ialah kini ini harganya memang cukup tinggi,” ujar Suherly.

Namun ia tak sanggup memperkirakan berapa besaran pemangkasan harga akhir PPnBM moge yang gres ini. Perlu dilihat lagi bagaimana kondisi sehabis dua tahun di mana aturannya akan diterapkan nanti. Faktor biaya produksi dan nilai tukar rupiah tak sanggup dihindari sebagai kontributor dampak harga jual moge di Indonesia.

“Saya belum tahu berapa, alasannya ialah ada faktor lain. Mungkin produksinya dua tahun ke depan pokoknya jadi meningkat atau turun. Kalau harga produksi makin turun niscaya akan makin anggun lagi. Pajak turun produksi turun niscaya Harganya makin turun. Tapi jikalau harga produksi naik paling imbang, tidak selalu akan equivalent pada penurunan pajak. Currency juga dampak alasannya ialah ini impor jadi dampak juga selain turunnya pajak,” pungkas Suherly.

Simak Video “Sporty! Ini Tampilan Suzuki New Baleno Dengan 6 Fitur Baru
[Gambas:Video 20detik]