Pengalaman Ngeri Perempuan Yang 86 Kali Operasi Demi Lawan Kanker Kulit

10 Manfaat Daun Kelor, dari Cegah Penuaan Dini sampai Atasi Jerawat

New York City – Tidak sedikit perempuan kaukasia yang mendambakan punya kulit kecokelatan untuk terlihat lebih menarik. Tapi obsesi mempunyai warna kulit hitam sanggup berujung petaka.

Lisa Pace, perempuan asal Amerika Serikat, harus menjalani puluhan kali operasi untuk mengatasi kanker kulit yang dideritanya. Sudah 20 tahun Lisa berjuang melawan melanoma, basal cell dan squamous cell carcinoma, tiga jenis kanker yang dipicu akhir ia keranjingan tanning di sun-bed.

Tidak mau lebih banyak orang bernasib sama dengannya, perempuan 43 tahun ini menceritakan pengalamannya yang telah menjalani 86 kali operasi untuk menyingkirkan kanker kulit.

Dalam sebuah blog yang ditulisnya untuk American Academy of Dermatology dan Coolibar, sebuah perusahaan pakaian, Lisa mengungkapkan kalau ia sudah ketagihan tanning semenjak remaja.

“Aku menggunakan indoor tanning di salon. Aku ketagihan memakainya,” kata Lisa, menyerupai dikutip dari Allure.

Semasa SMA, tanning menjadi tren kecantikan di kalangan remaja. Kebiasaan tanning Lisa berlanjut sampai kuliah. Dia sanggup ‘berjemur’ di atas tanning bed satu atau dua kali seminggu.

Lisa mulai mendapati ada yang tidak beres sesudah ia melihat ada sebuah bercak putih pada pipi kirinya. Semakin diperhatikan, ia menyadari kalau dalam beberapa ahad bercak putih itu kian membesar. Saat itulah beliau memutuskan untuk periksa ke dokter kulit.

Lisa Pace melawan kanker kulit.Lisa Pace melawan kanker kulit. (Foto: Twitter/@coachpace)

“Itu mengubah hidupku. Mereka mengambil gumpalan besar dari wajahku. Aku terpukul. Tidak sanggup melihat diriku sendiri,” ungkapnya.

Lisa semakin stress berat ketika dokter kulitnya menyampaikan kalau kemungkinan besar penyebab kanker kulit yang dideritanya ialah tanning bed. Sebab, ia melaksanakan tanning hampir 20 tahun lalu.

“Aku sudah melaksanakan ini pada diriku sendiri. Aku berkali-kali bertanya sendiri. Kenapa saya melaksanakan ini? Aku bukannya tidak percaya diri, saya hanya ingin terlihat lebih cokelat biar sanggup ikut tren,” paparnya lagi.

Sejak didiagnosa kanker kulit, Lisa berulang kali menjalani operasi untuk membuang penyakit yang tersebar di beberapa potongan badan dan wajahnya itu. Dari 86 kali operasi, ada potongan yang hanya perlu diangkat dalam ukuran kecil, namun ada pula skala besar sampai harus dua atau tiga kali tindakan.

Meskipun harus bolak-balik operasi, perempuan yang sekarang bekerja sebagai terapis pijat ini bersyukur semua kanker kulitnya sanggup terdeteksi semenjak dini. Oleh alasannya ialah itu Lisa ingin lebih banyak orang tahu akan ancaman tanning bed dan paparan sinar matahari berlebihan terhadap kulit.

“Keputusan yang saya buat alasannya ialah ingin menggelapkan kulit ketika sampaumur dan di awal usia 20-an, telah merugikanku. Ini tidak perlu terjadi pada yang lainnya. Lindungi kulitmu dan jauhi tanning bed,” tutur Lisa.

Melanoma merupakan kanker terbanyak ketiga yang menyerang perempuan di bawah usia 49 tahun, dan jumlahnya terus saja meningkat. Untuk meminimalkan risiko terkena kanker kulit, dermatologist menyarankan untuk menggunakan tabir surya dengan SPF di atas 30 ketika ke luar rumah. Selain itu disarankan juga menggunakan topi dan baju lengan panjang kalau cuaca sedang terik.