Penjualan Black Friday Kalah Telak Dari Ekspo Hari Jomblo

Berburu diskon di Black Friday. Foto: APBerburu diskon di Black Friday. Foto: AP

Jakarta – Warga Amerika Serikat merayakan Black Friday, atau sehari sesudah hari Thanksgiving. Black Friday yakni satu hari Jumat di simpulan bulan November sesudah hari Thanksgiving di mana para brand, peritel, dan situs belanja memberi diskon besar-besaran.

Untuk 2019 ini, transaksi belanja online selama Black Friday diperkirakan mencapai angka USD 7 miliar, tepatnya USD 7,4 miliar berdasarkan Adobe Analytics, dan USD 7,2 miliar berdasarkan Salesforce. Angka ini meningkat hampir 20% dibanding tahun sebelumnya, namun ternyata tak ada apa-apanya dibanding dengan angka penjualan selama Festival Hari Jomblo (Single’s Day) di China.

Perlu diingat, angka USD 7 miliar itu merupakan kumulasi dari penjualan banyak sekali peritel online. Dan tetap saja masih kalah jauh dibanding angka penjualan Alibaba selama Festival Hari Jomblo, atau yang dikenal dengan sebutan 11.11.


Selama 11.11 2019 lalu, Alibaba mengklaim mencatatkan penjualan sebesar USD 38,3 miliar. Selama sejam pertama semenjak dibuka, penjualannya sudah mencapai USD 12 miliar atau sekitar Rp 168 triliun, yang melonjak 22% dibanding tahun sebelumnya.

Meski sudah sangat tinggi dan merupakan rekor baru, ternyata jumlah penjualan ini masih belum memenuhi ekspektasi Jack Ma, yang merupakan pendiri Alibaba. Salah satu penyebabnya, berdasarkan Ma, 11.11 tahun ini jatuh pada hari Senin, dan ia pun mengharapkan pemerintah China seharusnya dapat memberi libur setengah hari ketika hari Hari Jomblo tersebut, semoga para pembeli dapat fokus belanja dan mencari diskonan di toko online.

Festival Single’s Day pertama kali digelar tahun 2009 oleh Daniel Zhang yang sekarang Chairman Alibaba. Sejak itu, bazar diskon toko online tersebut menjadi ajang besar, setara dengan Black Friday atau Cyber Monday di Amerika Serikat.


Sementara Black Friday sendiri yakni satu hari Jumat di simpulan bulan November sehari sesudah Thanksgiving. Pada hari itu para peritel dan situs belanja memberi diskon besar-besaran.

Bahkan saking besarnya, sampai-sampai orang-orang di Amerika Serikat rela antre berdesak-desakkan untuk berbelanja. Biasanya mereka akan berburu barang elektronik atau gadget yang memperlihatkan diskon besar.

Penjualan Black Friday Kalah Telak dari Festival Hari Jomblo

Simak Video “‘Singles Day’, Perayaan untuk Jomblo yang Munculkan Diskon Belanja Online 11.11
[Gambas:Video 20detik]