Penjualan Kendaraan Beroda Empat Turun, Bukan Berarti Harus Jor-Joran Diskon

Foto: MitsubishiFoto: Mitsubishi

Jakarta – Penjualan kendaraan beroda empat di pasar domestik tahun ini memang tidak terlalu bagus. Bahkan jikalau dibandingkan penjualan kendaraan beroda empat lalu, angka penurunannya hingga 10%. Langkah pabrikan untuk menstimulasi penjualan mobil, biasanya dengan memberi diskon besar-besaran untuk model tertentu.

Namun ternyata hal tersebut tidak selalu menjadi senjata terakhir untuk mendongkrak penjualan. Misalnya PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), yang menentukan untuk tidak memberi diskon besar-besaran menjelang selesai tahun.

“Memang sebanyak 10 persen dari industrial volume turun dibanding tahun sebelumnya,” ujar President Director PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Naoya Nakamura.

“Bila MMKSI mau tetap meneruskan (target penjualan) 140 ribu unit (tahun ini) dapat saja dilakukan dengan mengorbankan benefit dari konsumen, dengan menunjukkan diskon (tapi hal ini tidak kami lakukan-Red),” jelas Nakamura.

Menurut Nakamura, menunjukkan diskon malah akan mengorbankan benefit dari konsumen.

“Karena sesudah kami kasih diskon, berarti harganya rusak, dan itu menyebabkan resale value terhadap kendaraan juga jadi rusak. Dan gotong royong resale value ialah hal yang sangat penting buat pertimbangan konsumen ketika membeli kendaraan, sehingga MMKSI tidak mau menunjukkan sacrifice (pengorbanan) kepentingan dari konsumen.” ujar Nakamura.

Lanjut Nakamura, MMKSI akan tetap menerapkan taktik bisnis dengan customer benefit, kendati akan sedikit kuat terhadap penjualan.

“Itu artinya kami tak dapat mencapai sasaran (penjualan), sedikit dari yang sudah kami memutuskan sebelumnya,” pungkasnya.

Simak Video “Muncul Pertama di Indonesia, Xpander Cross Tampilkan Tiga Varian
[Gambas:Video 20detik]