Ponsel China Kian Berbahaya, Ini Seni Administrasi Gres Samsung

Ponsel Samsung. Foto: detikINET/Aisyah KamaliahPonsel Samsung. Foto: detikINET/Aisyah Kamaliah

Seoul – Tak sanggup dipungkiri bahwa merek ponsel asal China semakin digdaya. Samsung pun putar otak mencari taktik gres dan kini, mereka dikabarkan akan mulai melaksanakan produksi outsource ponsel murahnya di China di tahun depan.

Samsung sudah menutup pabrik ponselnya di China. Nah dengan denah gres itu, mereka kabarnya akan bermitra dengan pabrikan pihak ketiga menyerupai Wingtech untuk menciptakan beberapa model smartphone Galaxy A.

Kenapa langkah itu ditempuh? Wingtech dan pabrikan lain di China menciptakan ponsel untuk bermacam-macam merek, termasuk Huawei dan Xiaomi. Dengan skala besar, mereka sanggup menekan harga dan berpengalaman memproduksi ponsel murah dengan cepat.


Dengan demikian, Samsung tentu mengharapkan sanggup bersaing soal harga dengan merek asal negeri Tirai Bambu walau ada risiko mereka agak kehilangan kontrol kualitas. Namun Samsung mungkin tak punya banyak pilihan untuk mempertahankan posisinya yang masih produsen ponsel nomor satu dunia.

Dikutip detikINET dari Reuters, Samsung membenarkan bahwa mereka menciptakan unit terbatas smartphone di luar pabrik mereka untuk memperluas portofolio. Mereka pun akan tetap melaksanakan pengawasan dan kontrol kualitas yang ketat.

Menurut distributor riset Counterpoint Research, pabrikan semacam Wingtech sanggup memperoleh semua komponen yang diharapkan untuk smartphone berharga USD 100 hingga USD 250 lebih murah 10% hingga 14% dibandingkan pabrik milik merek besar di China.

Seorang sumber menyebut Wingtech sanggup memperoleh komponen seharga 30% lebih murah dibandingkan yang dibayar Samsung di Vietnam, di mana mereka punya pabrik besar. Hasil produksinya kemungkinan ditujukan untuk pasar Asia Tenggara dan Amerika Selatan.

Simak Video “Samsung Galaxy Fold Dijual dengan Harga Fantastis
[Gambas:Video 20detik]