Prihatin Gosip Sara, Istri Tito Karnavian Luncurkan Buku Kreasi Busana Daerah

PKS Apresiasi Jenderal Idham Tangkap Penyerang Novel, Singgung Era Tito

Jakarta – Indonesia kaya akan warisan budaya dari Sabang hingga Merauke, Miangas hingga Rote. Sayangnya, kekayaan tersebut belum menerima apresiasi penuh dari rakyatnya sendiri. Kondisi tersebut kian diperparah dengan maraknya info berbau SARA jelang Pilpres 2019 yang memicu perilaku intoleran dan mengancam keutuhan bangsa.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, istri Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Tri Tito Karnavian, lantas terinspirasi untuk menggagas sebuah buku yang mengangkat keindahan ragam busana tradisional sebagai keunikan Indonesia.

Bertajuk ‘Kreasi Busana Daerah Indonesia Warisan Nusantara’, buku tersebut resmi diluncurkan di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (30/11/2018). Turut hadir dalam program tersebut desainer sekaligus pendiri label IKAT Indonesia Didiet Maulana dan Psikolog Ratih Andjayani Ibrahim.

Peluncuran buku karya istri Tito Karnavian, 'Kreasi Busana Daerah Indonesia Warisan Nusantara'.Peluncuran buku karya istri Tito Karnavian, ‘Kreasi Busana Daerah Indonesia Warisan Nusantara’. Foto: Daniel/Wolipop

“Saya prihatin dengan situasi akhir-akhir ini. Mungkin alasannya nuansa politis sehingga banyak sekali benturan-benturan bernuansa SARA. Sampai bawah umur SD pun sanggup tidak berteman satu kelas hanya alasannya beda suku atau agama saking sudah sering terpapar informasi yang salah,” ucap Tri Tito Karnavian yang juga Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB).

Tri kemudian teringat semasa duduk di kursi sekolah dasar dulu, banyak poster-poster yang menampilkan keragaman busana daerah. Saat mencoba mencari poster serupa untuk dibagikan ke sekolah-sekolah di bawah binaan YKB, Tri tidak menemukannya. “Kenapa tidak ada pihak-pihak yang mau membuatnya lagi,”kata Tri yang bersama suaminya pernah terpilih sebagai tamu dengan kostum kawasan terbaik ketika Perayaan HUT ke-72 RI tahun kemudian di Istana Merdeka. Kala itu, mereka berbalut busana adat Papua.

Adapun ‘Kreasi Busana Daerah Indonesia Warisan Nusantara’, lanjut Tri, menyajikan busana dari 34 provinsi di Indonesia disertai deskripsi serta visualisasi yang menarik. Agar busana sesuai dengan pakem budaya setempat, Tri dan tim dari YKB pun harus melaksanakan riset terlebih dulu ke daerah-dearah yang bersangkutan. Butuh waktu waktu empat bulan untuk merealisasikan buku tersebut.

buku karya istri Tito Karnavian, 'Kreasi Busana Daerah Indonesia Warisan Nusantara'. buku karya istri Tito Karnavian, ‘Kreasi Busana Daerah Indonesia Warisan Nusantara’. Foto: Daniel/Wolipop

Menariknya, alih-alih model dewasa, busana kawasan justru diperagakan oleh bawah umur kecil. “Diharapkan buku ini juga sanggup ikut memupuk rasa cinta bawah umur pada budaya bangsa. Kita tahu, masa depan bangsa ada di tangan mereka sebagai generasi. Buku ini pun menjadi semacam warisan untuk anak-anak,” ucap Tri.

Kehadiran buku tersebut lantas menerima sambutan faktual dari aneka macam pihak, termasuk Didiet Maulana. “Waktu aku melaksanakan riset sebelum mendirikan IKAT 10 tahun lalu, sulit sekali menemukan buku tumpuan perihal busana adat. Buku ini semacam shortcut bagi kita untuk mengenal budaya sendiri di ketika berpacu dengan waktu. Keunikan budaya kitalah yang menciptakan Indonesia sejajar dengan bangsa lain,” terperinci Didiet.

Hal senada turut diungkapkan Ratih. Ia berharap orangtua sanggup memanfaatkan buku ini untuk memperluas wawasan bawah umur terhadap budaya Indonesia sebagai identitas diri dan membangun rasa toleransi sebagai modal kesuksesan hidup. “Dengan begitu self-esteem mereka sebagai anak suku dan anak bangsa semakin berpengaruh sehingga mereka siap menjadi global citizen yang beradab kelak,” kata Ratih.

Buku ‘Kreasi Busana Daerah Indonesia Warisan Nusantara’ dibanderol seharga Rp 350.000 (hard cover) dan Rp 180.000 (soft cover).